BI Kalsel Asah Jurnalis Ekonomi Agar Isu Perbankan Lebih Mudah Dipahami Publik

oleh -16 views

Kalseltenginfo.com, Jakarta – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peningkatan kapasitas jurnalis melalui pelatihan jurnalisme ekonomi yang membahas dinamika sektor perbankan dan perkembangan ekonomi terkini. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman jurnalis terhadap isu-isu teknis agar dapat disajikan secara jernih dan kontekstual kepada publik.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Aloysius Donanto, mengatakan perubahan yang cepat di bidang ekonomi dan bisnis menuntut jurnalis untuk terus memperbarui wawasan. Tanpa pemahaman yang memadai, informasi mengenai kebijakan moneter, sistem keuangan, maupun industri perbankan berisiko disampaikan secara parsial dan sulit dipahami masyarakat.

“Jurnalis berperan penting menjembatani kebijakan ekonomi dengan publik. Tantangannya adalah bagaimana isu yang rumit bisa ditulis lebih enak dibaca, akurat, dan tetap berimbang,” ujar Aloysius dalam kegiatan Capacity Building Jurnalis 2026, Selasa (10/2/2026).

Pelatihan tersebut mengulas berbagai topik, mulai dari perkembangan kebijakan Bank Indonesia, kondisi perbankan daerah, hingga tantangan komunikasi ekonomi di era digital. Sejumlah narasumber dihadirkan, antara lain perwakilan Bank Indonesia serta Aris Prasetyo, Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis Kompas.

Diskusi juga menyoroti pentingnya literasi data dan pemahaman konteks dalam pemberitaan ekonomi. Jurnalis didorong untuk tidak terjebak pada angka semata, tetapi mampu menjelaskan makna dan dampak kebijakan ekonomi bagi kehidupan masyarakat.

Menurut Aloysius, kualitas jurnalisme ekonomi berpengaruh langsung terhadap tingkat literasi publik. Pemberitaan yang berbasis pemahaman, memiliki kedalaman analisis, serta disampaikan dengan bahasa yang lugas dinilai dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi ekonomi.

Kegiatan ini diikuti jurnalis dari berbagai media cetak, daring, dan elektronik di Kalimantan Selatan. Selain pemaparan materi, peserta terlibat dalam diskusi interaktif untuk membedah contoh pemberitaan ekonomi dan strategi menyederhanakan istilah teknis perbankan tanpa menghilangkan substansinya.

Salah seorang peserta, Nanang, jurnalis Shalokal Indonesia, menilai pelatihan tersebut memberi perspektif baru dalam peliputan ekonomi. “Capacity Building Jurnalis 2026 ini keren. Kami mendapat ilmu dan pemahaman yang lebih luas soal ekonomi dan perbankan, termasuk bagaimana menulis isu yang rumit menjadi renyah dibaca,” ujarnya.

Bank Indonesia Kalsel berharap kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan bagi jurnalis. Dengan kapasitas yang terus diperkuat, jurnalis diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan ekonomi yang informatif, kritis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.