Pers Sehat dan Wartawan Sejahtera, Oleh : Helmi Rifai, SH, Pimpinan Umum Media Online Kalseltenginfo.com

oleh -5 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Hari Pers Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi kami insan pers di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, HPN adalah momentum refleksi, relevansinya kepada sejauh mana pers benar-benar sehat, dan apakah wartawannya sudah hidup sejahtera.

Di daerah, pers memikul beban yang tidak ringan. Wartawan sering menjadi satu-satunya jembatan informasi antara masyarakat akar rumput dan pengambil kebijakan. Dari isu tambang dan lingkungan, pelayanan publik, hingga dinamika desa dan kota kecil, pers lokal hadir di garis depan. Namun ironisnya, peran strategis itu belum selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan para pekerjanya.

Pers yang sehat tidak cukup dimaknai sebagai pers yang bebas. Ia harus beretika, profesional, dan independen. Independensi inilah yang kerap diuji di daerah, ketika relasi antara media, pemerintah daerah, dan dunia usaha berjalan dalam ruang yang sempit. Tanpa tata kelola yang sehat, media mudah terjebak pada ketergantungan, dan wartawan menjadi pihak paling rentan.

Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kita masih menjumpai wartawan yang bekerja tanpa kepastian status, tanpa jaminan sosial, bahkan tanpa perlindungan hukum yang memadai. Kondisi ini berpotensi melemahkan integritas jurnalistik. Wartawan yang hidup dalam tekanan ekonomi akan sulit menjaga jarak dengan kepentingan, padahal etika dan keberanian adalah ruh utama profesi ini.

Karena itu, membangun pers sehat harus dimulai dari keberpihakan pada kesejahteraan wartawan. Media yang kuat secara kelembagaan, manajemen yang profesional, serta pemisahan tegas antara kepentingan bisnis dan redaksi adalah prasyarat mutlak. Idealime tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan sistem yang adil.

Pemerintah daerah dan dunia usaha juga memiliki peran penting. Pers bukan sekadar alat publikasi, melainkan mitra strategis pembangunan daerah. Kerja sama yang transparan, sesuai regulasi, dan saling menghormati akan menciptakan iklim pers yang sehat, sekaligus menjaga martabat profesi wartawan.

Masa depan pers Indonesia sangat ditentukan oleh kekuatan pers daerah. Dari Banjarbaru hingga Palangka Raya, dari pesisir hingga pedalaman, pers lokal menjaga denyut demokrasi sehari-hari. Karena itu, memperjuangkan pers sehat dan wartawan sejahtera bukan pilihan, melainkan keharusan.

Di momen Hari Pers Nasional ini, kita diingatkan kembali bahwa pers yang bermartabat hanya akan lahir dari wartawan yang dihargai dan disejahterakan. Tanpa itu, demokrasi di daerah akan kehilangan salah satu pilar utamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.