Banjir Banjarmasin, Pemkot Kerahkan Alat Berat Bersihkan Sungai

oleh -170 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Banjir kembali menggenangi sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin mengerahkan alat berat untuk membersihkan sungai-sungai yang mengalami penyumbatan sebagai langkah darurat meredakan genangan.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR melalui Sekretaris Daerah Ikhsan Budiman saat menghadiri urun rembuk penanganan banjir di Masjid Al-Furqan, Jalan Bumi Mas, Kamis (15/1/2026).

Ikhsan menyebut, genangan air terjadi di sejumlah kawasan permukiman yang memiliki keterbatasan kapasitas drainase dan aliran sungai yang menyempit. Kondisi ini diperparah oleh tingginya curah hujan serta tekanan tata ruang perkotaan yang belum sepenuhnya ramah terhadap sistem aliran air.

“Untuk sementara, Pemko Banjarmasin memobilisasi alat berat guna membersihkan sungai-sungai yang tersumbat. Ini langkah cepat agar aliran air bisa kembali lancar,” ujar Ikhsan.

Namun demikian, Pemko mengakui penanganan banjir tidak bisa terus bergantung pada langkah darurat. Persoalan drainase dan tata ruang dinilai menjadi tantangan struktural yang perlu dibenahi secara menyeluruh. Alih fungsi lahan, penyempitan sungai, serta jaringan drainase yang tidak terintegrasi disebut turut memperbesar risiko banjir di wilayah perkotaan.

Ikhsan menegaskan, penanganan banjir juga tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah kota. Diperlukan koordinasi lintas instansi dari hulu hingga hilir, mengingat sebagian sumber air berada di luar wilayah administratif Banjarmasin.

Dalam konteks kebijakan jangka panjang, Pemko mendorong percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar sebagai upaya pengendalian debit air Sungai Martapura. Bendungan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban aliran air ke wilayah hilir saat curah hujan tinggi.

Selain itu, Pemko berencana melakukan evaluasi terhadap kebijakan tata ruang dan sistem drainase kota, termasuk pemetaan ulang titik-titik rawan banjir serta percepatan normalisasi sungai. Pekerjaan teknis berskala besar direncanakan dilakukan setelah musim hujan atau saat kemarau agar pengerjaan lebih optimal.

“Penanganan banjir ke depan tidak cukup hanya membersihkan sungai. Perlu perbaikan tata ruang dan drainase secara terintegrasi agar masalah ini tidak terus berulang,” kata Ikhsan.

Pemko Banjarmasin berharap langkah mitigasi darurat yang dibarengi pembenahan kebijakan struktural dapat menekan risiko banjir yang hampir setiap tahun terjadi di Kota Banjarmasin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.