Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Bank Kalsel akhirnya resmi menggelar Pekan AKSEL 2025 pada 19–21 Desember 2025 di Area Parkir Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat No. 7, Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi strategi Bank Kalsel dalam mendorong digitalisasi UMKM sekaligus mempercepat adopsi transaksi non-tunai di Kalimantan Selatan.
Melalui Pekan AKSEL 2025, Bank Kalsel memperluas penggunaan aplikasi AKSEL by Bank Kalsel dan transaksi QRIS sebagai bagian dari penguatan ekosistem cashless society di daerah. Pendekatan ini diarahkan agar UMKM mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperluas pasar, serta meningkatkan literasi keuangan digital.
Salah satu agenda utama adalah Expo UMKM berbasis QRIS yang menghadirkan pelaku usaha lokal dari berbagai sektor. Dalam expo ini, UMKM tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga mempraktikkan transaksi digital secara langsung dengan konsumen, sehingga mempercepat proses adaptasi terhadap sistem pembayaran non-tunai.
Selain penguatan UMKM, Pekan AKSEL 2025 juga dirangkai dengan Outlook Akhir Tahun Bank Kalsel yang membahas kinerja dan prospek ekonomi Kalimantan Selatan. Forum ini menjadi bagian dari peran Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Berbagai kegiatan publik turut digelar untuk menarik partisipasi masyarakat luas, mulai dari AKSEL Fun Night Run 5K, Fun Walk Family Bank Kalsel, hingga beragam lomba dan aktivitas komunitas. Konsep acara dirancang inklusif, menjangkau berbagai segmen masyarakat termasuk Generasi Z, guna membangun kebiasaan bertransaksi digital sejak dini.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin,melalui Direktur Bisnis Akhmad Fauzi Noor mengatakan Pekan AKSEL 2025 merupakan wujud komitmen Bank Kalsel dalam menghadirkan layanan keuangan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha daerah.
“Digitalisasi UMKM menjadi kunci penguatan ekonomi daerah. Melalui Pekan AKSEL 2025, kami mendorong pelaku UMKM Kalimantan Selatan untuk semakin siap memanfaatkan layanan perbankan digital yang cepat, aman, dan efisien, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Banua melalui pemberdayaan ,” ujar Fachrudin seperti yang disampaikan Akhmad Fauzi Noor.
Pekan AKSEL 2025, diharapkan juga dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat, memperluas ekosistem digital UMKM, serta menjadikan layanan perbankan digital sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Kalimantan Selatan.
Jurnalis Senior CNN Indonesia , Muhammad Risanta, mengapresiasi kegiatan yang berbasis pemberdayaan UMKM dan percepatan pemahaman perbankan digital kepada masyarakat.
“Pekan AKSEL 2025 bukan sekadar agenda promosi perbankan, melainkan ruang temu antara literasi keuangan, transformasi digital, dan ekonomi kerakyatan. Ketika UMKM didorong bertransaksi non-tunai dan masyarakat dilibatkan langsung dalam ekosistem digital, maka yang terbentuk bukan hanya perubahan cara bayar, tetapi juga perubahan pola pikir,” ucap pria yang juga Dosen STIE Pancasetia Banjarmasin.
Menurut pandangannya inilah fondasi penting agar digital banking benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kalimantan Selatan, bukan sekadar layanan pelengkap.
“Dalam konteks pembangunan ekonomi daerah, Pekan AKSEL 2025 dapat dibaca sebagai upaya Bank Kalsel memposisikan diri bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai katalis transformasi digital UMKM. Ketika transaksi digital menjadi kebiasaan, maka efisiensi, transparansi, dan daya saing ekonomi lokal ikut terdorong,” terang pria yang juga Humas DPP Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Pusat.









