Hasnuryadi : Ramadan Mengajarkan Pemimpin untuk Lebih Banyak Mendengar Rakyat

oleh -504 views

Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Menjelang waktu berbuka, halaman Masjid Al-Ikhlas di Kompleks Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru, perlahan dipenuhi warga. Tidak ada jarak yang terasa antara anak-anak yang berlarian, orang tua yang duduk bersila di teras masjid, hingga tokoh masyarakat yang berbincang santai menunggu azan magrib.

Mereka datang bukan hanya untuk berbuka puasa bersama. Warga juga ingin melihat langsung pemimpin daerah yang selama ini mereka dengar melalui berita dan kebijakan.

Saat rombongan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman tiba di lokasi Safari Ramadan 1447 Hijriah, Jumat (06/03/2026), suasana mendadak hidup. Warga berdiri menyambut, sebagian mengabadikan momen, sebagian lain sekadar tersenyum menyapa.

Bagi Hasnuryadi, momen seperti itu bukan sekadar agenda pemerintahan. Ia menilai Ramadan menjadi ruang penting bagi pemimpin untuk kembali mendekat dengan masyarakat.

“Ramadan ini waktu yang tepat untuk kita lebih banyak mendengar masyarakat. Kadang pemimpin terlalu sibuk bekerja di kantor, padahal banyak hal yang bisa dipahami ketika kita langsung bertemu warga,” ujar Hasnuryadi.

Menurutnya, kunjungan ke masjid-masjid dan pertemuan langsung dengan masyarakat sering kali membuka cerita yang tidak selalu sampai ke meja birokrasi.

Ada warga yang bercerita tentang kondisi lingkungan, ada pula yang sekadar menyampaikan harapan sederhana agar daerahnya semakin maju. Bagi Hasnuryadi, percakapan-percakapan seperti itu justru menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

Safari Ramadan, katanya, bukan hanya soal berbuka puasa bersama atau menyerahkan bantuan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cara pemerintah merawat kedekatan dengan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya saat ada masalah, tapi juga saat masyarakat berkumpul dalam suasana kebersamaan seperti Ramadan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyerahkan bantuan paket sembako bagi warga serta bantuan Rp 50 juta untuk mendukung pembangunan Masjid Al-Ikhlas.

Namun bagi warga yang hadir, nilai kebersamaan malam itu terasa lebih dari sekadar bantuan.

Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby yang turut hadir mengatakan bahwa kehadiran pimpinan provinsi secara langsung di tengah masyarakat memberi energi positif bagi pemerintah kota dan warga.

Menurutnya, hubungan yang hangat antara pemerintah provinsi dan daerah menjadi modal penting untuk memperkuat pembangunan serta kegiatan sosial keagamaan di Banjarbaru.

Menjelang azan magrib, suasana masjid semakin tenang. Warga duduk berdekatan, menunggu waktu berbuka yang tinggal beberapa menit lagi.

Di antara keramaian itu, Hasnuryadi terlihat beberapa kali menyapa warga, berbincang singkat, bahkan mendengarkan cerita mereka.

Baginya, Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang bagaimana seorang pemimpin kembali mengingat siapa yang sesungguhnya ia layani.

“Pada akhirnya, pemerintah ada untuk masyarakat. Ramadan selalu mengingatkan kita tentang hal itu,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.