Kalseltenginfo.com, Batola – Di tengah upaya pemulihan pascabanjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Selatan hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Barito Kuala (Batola).
Penyaluran bantuan tahap kedua program GAPKI Peduli Banjir Kalsel dilaksanakan pada 13 Januari 2026. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Barito Kuala, Dr. H. Bahrul Ilmi, SH, MH, di Rumah Dinas Bupati, sebelum selanjutnya didistribusikan kepada warga melalui Dinas Sosial setempat.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat di masa tanggap darurat, di antaranya beras, minyak goreng, mi instan, gula pasir, ikan sarden, air mineral, dan kurma.
Seluruh bantuan kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Barito Kuala dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Dahtiar Fajar, untuk didistribusikan secara merata kepada warga terdampak.
Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian GAPKI Kalsel yang dinilai hadir tepat di saat masyarakat membutuhkan uluran tangan.
“Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan silaturahmi dari GAPKI,” ujar Bahrul Ilmi.
Ia menilai kehadiran dunia usaha dalam penanganan bencana merupakan bagian penting dari kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan.
Bahrul Ilmi juga mengapresiasi kontribusi salah satu perusahaan anggota GAPKI yang turut membantu kegiatan pengerukan saluran pembuangan air sebagai langkah mitigasi jangka pendek. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus diperkuat ke depan.
“Kami sangat berharap kolaborasi dari seluruh pelaku usaha perkebunan kelapa sawit untuk bersama-sama mengatasi persoalan banjir di daerah ini,” katanya.
Banjir yang melanda Kalimantan Selatan sejak 27 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026 berdampak pada 11 kabupaten/kota, termasuk Barito Kuala. Selain merendam permukiman, bencana tersebut juga mengganggu aktivitas ekonomi warga dan infrastruktur publik.
Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Selatan, Eddy S. Binti, menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen GAPKI untuk hadir bersama masyarakat di tengah situasi krisis.
“Melalui program GAPKI Peduli Banjir Kalsel, GAPKI tidak hanya menyalurkan bantuan darurat, tetapi juga mendorong terbangunnya sinergi jangka panjang antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam,” sebut Eddy S Binti.
GAPKI Cabang Kalsel juga telah menyiapkan penyaluran bantuan tahap berikutnya. Sebanyak 500 paket bantuan tambahan disiapkan, masing-masing berisi beras, gula pasir, telur ayam, mi instan, minyak goreng, dan teh. Penyaluran tahap ketiga tersebut masih menunggu jadwal lanjutan yang tengah dikoordinasikan.










