OJK dan Ujian Kepemimpinan di Tengah Gejolak Pasar, Oleh : Helmi Rifai, SH

oleh -74 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Dalam sistem keuangan modern, stabilitas bukan hanya ditentukan oleh angka indeks atau arus modal, melainkan oleh kepercayaan terhadap institusi. Ketika pasar bergejolak, yang diuji pertama kali bukan sekadar ketahanan emiten atau likuiditas, tetapi kepastian kepemimpinan dan kontinuitas pengambilan keputusan regulator.

Dalam konteks itulah penegasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa kepemimpinan tetap berjalan dan fungsi pengawasan tetap utuh menjadi pesan yang sangat penting bagi pasar. Penunjukan Anggota Dewan Komisioner Pengganti bukan sekadar langkah administratif, melainkan instrumen kelembagaan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Secara hukum dan tata kelola, langkah OJK tersebut sepenuhnya berada dalam koridor peraturan perundang-undangan dan mekanisme internal lembaga. OJK didesain sebagai otoritas independen dengan sistem kolektif kolegial, sehingga keberlanjutan fungsi tidak bergantung pada satu figur semata. Inilah esensi institutional resilience yang sering kali luput dari perhatian publik saat pasar sedang bergejolak.

Di tengah volatilitas pasar modal, yang dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik,sejatinya kepastian tidak terjadi kekosongan kepemimpinan regulator adalah sinyal penting. Pasar, khususnya investor institusi dan investor asing, sangat sensitif terhadap ketidakpastian kebijakan (policy uncertainty). Ketika regulator menunjukkan kesinambungan dan ketertiban dalam pengambilan keputusan, ruang spekulasi dan kepanikan dapat ditekan.

Perlu ditegaskan, gejolak pasar adalah fenomena yang tidak selalu mencerminkan lemahnya fundamental. Dalam banyak kasus, volatilitas justru dipicu oleh persepsi, ekspektasi, dan reaksi berantai terhadap informasi. Oleh karena itu, kehadiran regulator yang tenang, konsisten, dan berfungsi penuh menjadi jangkar psikologis bagi pasar.

Dari perspektif hukum pasar modal, perlindungan investor dan integritas pasar tidak boleh terganggu oleh dinamika internal kelembagaan. OJK telah menegaskan bahwa seluruh fungsi pengawasan termasuk pasar modal, inovasi keuangan, dan pelindungan konsumen,tetap berjalan normal. Pesan ini penting untuk menegaskan bahwa aturan main tidak berubah, penegakan regulasi tetap konsisten, dan risiko sistemik tetap dimitigasi.

Ke depan, tantangan OJK bukan hanya menjaga stabilitas jangka pendek, tetapi juga memperkuat kepercayaan jangka panjang. Transparansi kebijakan, komunikasi publik yang terukur, serta koordinasi lintas otoritas menjadi kunci. Dalam situasi pasar yang sensitif, komunikasi regulator sering kali sama pentingnya dengan kebijakan itu sendiri.

Pasar keuangan adalah refleksi dari kepercayaan kolektif. Ketika OJK menegaskan kepemimpinan tetap berjalan dan stabilitas terjaga, sesungguhnya yang disampaikan bukan sekadar pernyataan formal, melainkan komitmen negara untuk menjaga keteraturan, kepastian hukum, dan perlindungan kepentingan publik di sektor keuangan.

Dalam perspektif tersebut, kami pribadi menilai langkah OJK patut dibaca sebagai upaya menjaga continuity of trust. Sebab pada akhirnya, stabilitas pasar bukan dibangun dari reaksi emosional, melainkan dari institusi yang bekerja tenang, konsisten, dan berlandaskan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.