Jangan Bakar Lahan, Kalsel Masuk Siaga Penuh Karhutla !

oleh -44 views

Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Memasuki puncak musim kemarau 2026, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dinilai semakin serius dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Pesan tersebut disampaikan Muhidin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2026 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (06/07/2026).

Muhidin menegaskan, upaya pengendalian Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, TNI, Polri, maupun petugas pemadam, tetapi membutuhkan kesadaran penuh masyarakat untuk menjaga lingkungan.

“Kita ingatkan kembali, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Apabila masyarakat melihat ada titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar dan sulit dikendalikan,” tegas Muhidin.

Menurutnya, satu titik api yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kebakaran besar yang mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi.

Muhidin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kini meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi Karhutla seiring prediksi musim kemarau 2026 yang lebih kering dari kondisi normal.

Apel kesiapsiagaan tersebut menjadi penanda seluruh unsur penanganan Karhutla memasuki fase siaga penuh, dengan melibatkan jajaran Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, Satpol PP dan Damkar, dunia usaha, hingga relawan kebencanaan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan, serta unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Muhidin meminta seluruh personel dan sarana prasarana penanggulangan Karhutla dipastikan siap menghadapi kondisi terburuk.

“Mulai hari ini seluruh personel harus siap. Perkuat patroli terpadu, tingkatkan deteksi dini titik panas, dan lakukan pemadaman secepat mungkin sejak api pertama terdeteksi,” ujar Muhidin.

Ia menegaskan, kecepatan respons menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran meluas. Semakin cepat api ditemukan dan ditangani, semakin kecil risiko kerusakan yang ditimbulkan.

Muhidin menjelaskan, penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan tetap menggunakan satu sistem komando yang berada di bawah kendali gubernur, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan sebagai koordinator pelaksana.

Sistem tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antarinstansi sehingga pengerahan personel, peralatan, dan strategi pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Kita tidak boleh lengah. Semua unsur harus bergerak dalam satu komando agar penanganan di lapangan lebih terarah,” katanya.

Muhidin mengungkapkan, kondisi cuaca saat ini harus menjadi perhatian serius. Berdasarkan proyeksi BMKG, puncak musim kemarau 2026 diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September dengan kondisi yang lebih kering.

Data menunjukkan ancaman Karhutla mulai meningkat. Sepanjang Juni 2026 tercatat sebanyak 629 titik panas di Kalimantan Selatan dengan luas kebakaran mencapai 42 hektare.

Sementara sejak awal tahun hingga awal Juli 2026, tercatat 1.678 titik panas dan 41 kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Kalsel.

“Angka ini menjadi peringatan bagi kita semua. Pencegahan harus menjadi prioritas utama, karena lebih baik mencegah daripada menangani kebakaran yang sudah meluas,” tegas Muhidin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.