Kalseltenginfo.com, Batola – Tak hanya sebagai salah satu daerah penyangga pangan, Kabupaten Barito Kuala dikenal pula sebagai sentra produksi jeruk di Kalimantan Selatan. Jeruk dari tanah Ije Jela ini memiliki cita rasa buah jeruk yang manis. Tak heran jika komoditas hasil Batola ini selalu ditunggu penggemar buah-buahan.
Produk khas Batola yakni jeruk Siam Banjar ternyata paling diminati pasar. Terbukti Jeruk Batola yang sebagian besar juga berasal dari Sungai Kambat, Kecamatan Cerbon, dan kawasan lainnya di Batola, sudah disuplai ke sejumlah provinsi tetangga, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Bahkan jeruk dengan tekstur kulit lembut dan rasanya manis ini menjadi buah tangan atau oleh-oleh khas Kalimantan Selatan, yang selalu dibawa wisatawan domestik dan mancanegara, saat berkunjung ke Batola.
Namun kejayaan jeruk Siam Banjar ini sempat terganggu akibat bencana banjir di awal tahun 2021 lalu. Sejumlah lahan pertanian khususnya untuk varietas unggulan rusak, hingga banyak yang gagal panen. Akibatnya produksi jeruk khas Batola ini menurun drastis.
Kondisi ini mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Guna meringankan beban petani jeruk pasca musibah banjir di Kabupaten Barito Kuala ini, Rabu siang (3/11/2021) Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor menyerahkan bantuan bibit jeruk varietas siam banjar senilai Rp 1,9 miliar.
Gubernur yang baru saja dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (H.C) oleh Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini, memberikan bantuan bibit jeruk varietas unggulan, saat bersamaan dengan kegiatan Tanam Perdana Padi Perdana di desa Sampurna, Kecamatan Jejangkit, Rabu (3/11) siang. Penyerahan tersebut juga disaksikan langsung Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekda Prov Kalsel Roy Rizali Anwar, Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani, dan Seluruh Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Menurut Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel, bantuan tersebut sebagai salah satu keprihatinan jajaran pemerintah provinsi Kalsel atas musibah banjir yang dialami para petani. Apalagi dirinya sempat menyaksikan langsung tanaman-tanaman jeruk milik petani di Batola yang mati. Karena itulah ia meminta jajarannya untuk menganggarkan bantuan untuk menggantikan dengan bibit yang baru, sebagai salah satu upaya menyegarkan kembali sektor pertanian khususnya perkebunan jeruk di Batola.
“Mudah-mudahan ini dapat dimanfaatkan petani dengan sebaik-baiknya, juga membawa keberkahan bagi kita semua,” kata Paman Birin sembari memberikan semangat kepada para petani jeruk di Batola.
Data Dinas Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan, bantuan bibit jeruk siam Banjar yang diberikan kepada para petani adalah sebanyak 124 ribu batang atau setara dengan luasan lahan 624 hektar.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, kepada wartawan mengungkapkan kebun jeruk milik petani memiliki fungsi yang sangat penting karena hasil dari kebun jeruk digunakan petani untuk membiayai operasional penanaman padi.
“Selain di Barito Kuala Paman Birin juga membantu petani jeruk di Kabupaten Banjar sebanyak Rp. 1,6 miliar. Ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk terus mendorong sektor pertanian terus bergerak maju dalam situasi apa pun,”pungkasnya.