Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Akses masyarakat terhadap uang Rupiah selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H dipastikan semakin merata. Melalui Kick Off Kegiatan Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026, Bank Indonesia membuka 120 titik layanan penukaran uang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan mudah dijangkau masyarakat, termasuk hingga wilayah pelosok. Perluasan titik layanan tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan pelaksanaan SERAMBI tahun sebelumnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, A. Donanto H. W., menyampaikan bahwa peningkatan jumlah titik penukaran dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang secara historis selalu diikuti peningkatan transaksi masyarakat.
Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp185,6 triliun. Sementara itu, kebutuhan uang kartal di Kalimantan Selatan pada Ramadhan dan Idul Fitri 2026 diperkirakan mencapai Rp3,06 triliun, meningkat 36,1 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp2,24 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Untuk memastikan pemerataan layanan, Bank Indonesia menetapkan setiap paket penukaran sebesar Rp5.300.000. Skema ini dirancang agar masyarakat dari berbagai lapisan memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan uang Rupiah pecahan sesuai kebutuhan, sekaligus mencegah penumpukan penukaran pada kelompok tertentu.
Pelaksanaan SERAMBI 2026 di Kalimantan Selatan diperkuat melalui sinergi dengan 21 bank yang melayani penukaran di 120 titik resmi. Selain itu, Bank Indonesia juga menggandeng lima mitra layanan tambahan yang membuka 25 titik penukaran ekstra guna memperluas jangkauan pelayanan, terutama di wilayah yang sulit diakses kantor perbankan.
Tak hanya di pusat kota, layanan penukaran juga menjangkau ruang-ruang publik dan kawasan aktivitas masyarakat, seperti pasar Ramadhan, jalur mudik, bandara, pelabuhan, hingga layanan kas keliling susur sungai. Pendekatan ini menjadi upaya Bank Indonesia menghadirkan Rupiah lebih dekat dengan keseharian masyarakat sesuai karakter geografis Kalimantan Selatan.
Untuk mendukung ketertiban dan kenyamanan, masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang melalui aplikasi PINTAR. Aplikasi ini membantu mengatur jadwal dan kuota penukaran, sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami nilai Rupiah dan bertransaksi secara bijak.
Sejalan dengan penyediaan uang tunai, Bank Indonesia juga terus mendorong pemanfaatan pembayaran non-tunai yang aman dan efisien selama Ramadhan dan Idul Fitri. Melalui kombinasi layanan tunai dan digital, BI berharap kelancaran sistem pembayaran dapat terjaga, sekaligus memperkuat inklusi keuangan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.





