Museum Masuk Sekolah Hadir di Ruang Kelas Kalsel

oleh -70 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Kebudayaan menghadirkan program Museum Masuk Sekolah ke sejumlah sekolah menengah atas di Kalimantan Selatan. Program ini bertujuan mendekatkan museum kepada peserta didik sekaligus memperkuat literasi sejarah dan budaya daerah melalui pembelajaran kontekstual di ruang kelas.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman tersebut digelar selama delapan hari dan menyasar beberapa sekolah, di antaranya SMAN 1 Muara Uya Kabupaten Tabalong, SMAN 1 Lampihong Kabupaten Balangan, serta SMAN 8 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (12/2/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra, yang diwakili Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, mengatakan program Museum Masuk Sekolah dirancang untuk menjadikan museum sebagai sumber belajar yang menarik, inspiratif, dan mudah diakses oleh peserta didik.

“Melalui program ini, museum tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi hadir langsung di sekolah sebagai media pembelajaran sejarah dan budaya daerah,” kata Hildayati dalam keterangan tertulis.

Menurut Hildayati, kehadiran museum di ruang kelas diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya sejarah dan warisan budaya daerah sebagai bagian dari identitas lokal.

Dalam pelaksanaannya, Museum Wasaka menghadirkan dua narasumber serta sejumlah koleksi museum untuk mendukung proses pembelajaran. Materi disampaikan melalui paparan langsung, pemutaran film sejarah, serta aktivitas interaktif bersama siswa.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel Arry Risfansyah menjelaskan, salah satu koleksi yang diperkenalkan kepada siswa adalah mandau, senjata tradisional khas Kalimantan. Selain itu, siswa juga diajak mengikuti edukasi pembersihan koleksi museum sebagai bentuk pengalaman belajar langsung.

“Kami juga memutarkan film sejarah revolusi fisik melalui silent cinema dan menggelar kuis interaktif di setiap sesi kegiatan, baik di ruang materi, audio visual, maupun ruang pamer,” ujar Arry.

Ia menambahkan, metode pembelajaran interaktif tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami dan mengingat peristiwa sejarah dengan lebih baik, sekaligus menangkap nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, panitia menghimpun tanggapan siswa dan guru melalui Quick Response Code (QR Code) yang disediakan di setiap sekolah. Masukan tersebut digunakan untuk penyempurnaan program ke depan.

Disdikbud Kalimantan Selatan berharap program Museum Masuk Sekolah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, seiring upaya memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi yang adaptif dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.