Rupiah Berlayar Menjaga Negeri, Negara Hadir hingga Pulau Terluar

oleh -6 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Komitmen menjaga kedaulatan negara tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga melalui upaya memastikan setiap warga negara memperoleh akses yang sama terhadap layanan keuangan dan uang Rupiah layak edar. Semangat itulah yang kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

Di Kalimantan Selatan, ekspedisi yang berlangsung pada 9–15 Juni 2026 ini akan menjangkau lima pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T), yakni Pulau Matasiri, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian, dan Laut Timur. Kelima pulau tersebut menjadi bagian dari wilayah yang memiliki tantangan geografis cukup tinggi dalam distribusi uang Rupiah layak edar.

Pelaksanaan ERB 2026 secara resmi ditandai dengan pelepasan KRI Hiu-634 dari Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Asisten Gubernur Bank Indonesia Anwar Bashori, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Haris Munandar, Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, serta unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Haris Munandar, menegaskan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program strategis Bank Indonesia dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, khususnya memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, tantangan geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau masih menjadi kendala dalam distribusi uang Rupiah. Tidak semua wilayah dapat dijangkau secara optimal melalui jaringan kantor Bank Indonesia maupun perbankan. Karena itu, sinergi dengan TNI Angkatan Laut menjadi solusi strategis dalam memperluas jangkauan layanan kas kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, TNI Angkatan Laut berperan menjaga kedaulatan negara dari sisi pertahanan dan keamanan, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan ekonomi melalui penyediaan Rupiah sebagai simbol negara. Sinergi ini menjadi wujud nyata kehadiran negara hingga ke wilayah terluar Indonesia,” ujar Haris.

Secara nasional, pelaksanaan ERB 2026 akan menjangkau 115 pulau di 19 provinsi, menjadikannya salah satu program distribusi uang terbesar yang dilakukan Bank Indonesia di kawasan 3T.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terus terjalin antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut. Menurutnya, Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang, tetapi juga membawa berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia menjelaskan, terdapat tiga misi utama yang dibawa dalam pelaksanaan ERB 2026 di Kalimantan Selatan. Pertama, memberikan layanan kas keliling guna memastikan masyarakat memperoleh uang Rupiah dalam kondisi layak edar. Kedua, memperkuat literasi dan edukasi keuangan melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, sosialisasi QRIS, perlindungan konsumen, hingga layanan perpustakaan keliling. Ketiga, memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

“Ekspedisi ini bukan hanya soal distribusi uang. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal jauh dari pusat-pusat ekonomi. Masyarakat di pulau-pulau terluar memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan keuangan, edukasi, dan pelayanan publik,” kata Muhidin.

Bagi masyarakat kepulauan, keberadaan uang Rupiah layak edar memiliki arti penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari. Tidak sedikit masyarakat yang selama ini masih menggunakan uang yang sudah rusak atau tidak layak karena keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Melalui ERB, Bank Indonesia menyediakan layanan penukaran uang rusak dan uang tidak layak edar sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya merawat Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Data Bank Indonesia menunjukkan, sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2012, program Ekspedisi Rupiah Berdaulat telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan kas keliling. Sepanjang tahun 2025 saja, ERB berhasil menjangkau 91 pulau melalui 18 kegiatan, dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan terhadap layanan kas Bank Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen terus memperluas jangkauan distribusi Rupiah layak edar sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bank Indonesia ingin memastikan bahwa Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara, pemersatu bangsa, serta instrumen penting dalam menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia hingga ke pulau-pulau terluar negeri ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.