Muhidin Dorong Rumah Sakit Swasta Perkuat Layanan Kesehatan di Kalsel

oleh -136 views

Kalsseltenginfo.com, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan layanan kesehatan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah yang dinilai penting ialah memperluas peran rumah sakit swasta untuk menopang pelayanan kesehatan di daerah.

Pesan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (MAKERSI) Wilayah Kalimantan Selatan periode 2026–2030 di Hotel Grand Qin, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa rumah sakit memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai dan mudah dijangkau menjadi faktor penting untuk memastikan pelayanan berlangsung optimal.

“Ketika fasilitas kesehatan cukup memadai dan mudah dijangkau masyarakat, maka pelayanan kesehatan bisa diberikan lebih maksimal. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan, baik secara kuantitas maupun kualitas,” ujar Syarifuddin membacakan sambutan gubernur.

Muhidin menilai kebutuhan pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan. Hal itu tidak hanya dipengaruhi pertumbuhan jumlah penduduk yang kini mencapai lebih dari empat juta jiwa, tetapi juga tingginya mobilitas pasien lintas daerah.

Khusus di Kota Banjarmasin, misalnya, rumah sakit tidak hanya melayani warga lokal, melainkan juga masyarakat dari berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan hingga Provinsi Kalimantan Tengah.

Saat ini, Pemprov Kalimantan Selatan mengelola empat rumah sakit, yakni Rumah Sakit Ulin, Rumah Sakit Anshari Shaleh, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, serta Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Di tingkat kabupaten/kota, pemerintah daerah juga memiliki fasilitas rumah sakit masing-masing. Namun, sebagian di antaranya masih menghadapi keterbatasan sarana dan layanan.

Karena itu, menurut Muhidin, kehadiran rumah sakit swasta masih sangat dibutuhkan untuk memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat.

“Pemerintah provinsi juga terus mendorong dan mendukung berdirinya rumah sakit-rumah sakit swasta karena kebutuhan pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan makin meningkat,” katanya.

Muhidin bahkan melihat peluang pengembangan rumah sakit swasta di Kalsel masih terbuka lebar, baik di kawasan Banjarbakula, Banua Anam, maupun wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru yang terus berkembang secara ekonomi dan demografi.

Ia berharap pengurus baru PERSI dan MAKERSI Wilayah Kalimantan Selatan mampu memainkan peran strategis dalam memperkuat tata kelola rumah sakit yang profesional, beretika, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Mari kita optimalkan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan. Terapkan nilai kemanusiaan, etika, profesionalisme, manfaat, keadilan, perlindungan, keselamatan pasien, serta fungsi sosial dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, meskipun tetap mengemban misi bisnis,” pesan Muhidin.

Pelantikan pengurus PERSI dan MAKERSI Kalsel periode 2026–2030 berlangsung khidmat. Prosesi diawali pembacaan Surat Keputusan Bersama oleh Sekretaris Umum PERSI, dr. Hesty Widyastoeti, dilanjutkan pelantikan oleh Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo, didampingi Ketua MAKERSI Pusat, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto.
Untuk periode 2026–2030, kepengurusan PERSI dan MAKERSI Wilayah Kalimantan Selatan dipimpin oleh Dr. dr. Izaak Zoelkarnain Akbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.