Menteri LH Tantang Gen Z Rebut Jutaan Green Jobs, Jangan Cuma Jadi Penonton Transisi Ekonomi Hijau

oleh -46 views

Kalseltenginfo.com, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, melempar tantangan terbuka kepada Generasi Z Indonesia: bersiap menjadi aktor utama ekonomi hijau atau berisiko tertinggal dalam perubahan besar yang sedang berlangsung.

Di hadapan wisudawan Universitas Nasional (UNAS), Minggu (31/05/2026), Jumhur menegaskan bahwa masa depan pasar kerja dunia tidak hanya bergerak ke arah digital, tetapi juga menuju ekonomi hijau yang diperkirakan akan melahirkan jutaan pekerjaan baru dalam beberapa tahun mendatang.

“Future jobs are green jobs,” tegas Jumhur.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dunia saat ini tengah menghadapi apa yang disebut sebagai *triple planetary crisis*krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang dampaknya semakin nyata terhadap ekonomi, kesehatan, sosial, hingga kehidupan manusia secara luas.

Menurut Jumhur, Indonesia berada pada posisi yang unik. Di satu sisi, menjadi negara yang rentan terhadap dampak perubahan lingkungan global. Namun di sisi lain, Indonesia juga memiliki modal besar untuk menjadi bagian penting dari solusi dunia.

Dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, kawasan mangrove yang luas, kekayaan biodiversitas yang tinggi, serta garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan lingkungan global.

“Kalau Indonesia berhasil menjaga hutannya, melindungi gambut dan mangrove, mengelola sampah, menjaga sungai dan laut, maka Indonesia tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi masa depan bumi,” ujarnya.

Yang menarik, Menteri Jumhur melihat peluang besar justru berada di tangan generasi muda.

Data Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA) menunjukkan lebih dari 80 persen Generasi Z Indonesia memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan hidup.

Namun bagi pemerintah, kepedulian saja tidak cukup.

Gen Z didorong untuk mengubah kesadaran lingkungan menjadi kompetensi ekonomi yang bernilai.

“Jangan berhenti pada awareness. Ubah menjadi gerakan, inovasi, dan solusi,” kata Jumhur.

Transformasi itu menjadi penting karena kebutuhan tenaga kerja masa depan diperkirakan akan bergeser ke sektor-sektor yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Profesi seperti ahli energi terbarukan, insinyur lingkungan, analis karbon, spesialis ekonomi sirkular, peneliti biodiversitas, pengelola sampah modern, hingga wirausaha hijau diprediksi menjadi semakin dibutuhkan.

Sampah Jadi Tambang Ekonomi Baru

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur juga menyinggung target ambisius pemerintah untuk mencapai 100 persen pengelolaan sampah pada tahun 2029.

Target tersebut tidak lagi dipandang semata sebagai agenda kebersihan lingkungan, melainkan bagian dari transformasi ekonomi.

Pemerintah mulai mendorong berbagai teknologi pengolahan sampah seperti Refuse Derived Fuel (RDF), Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), teknologi pirolisis, hingga penguatan ekonomi sirkular agar sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sumber daya ekonomi baru.

Pendekatan ini sekaligus membuka ruang lahirnya lapangan kerja baru yang berbasis inovasi lingkungan.

Pesan Menteri Jumhur sesungguhnya lebih besar dari sekadar isu lingkungan.

Di balik narasi ekonomi hijau, terdapat pertarungan baru dalam pasar tenaga kerja global.

Negara-negara yang mampu menyiapkan talenta hijau akan menjadi pemenang dalam transisi ekonomi dunia.

Sebaliknya, mereka yang gagal beradaptasi berisiko hanya menjadi penonton.

Karena itu, tantangan yang disampaikan Menteri Jumhur bukan sekadar ajakan menjaga lingkungan.

Ini adalah peringatan bahwa masa depan ekonomi dunia sedang berubah arah.

Dan bagi Generasi Z Indonesia, pertanyaannya kini bukan lagi apakah ekonomi hijau akan datang.

Melainkan apakah mereka siap menjadi pelaku utama dalam perubahan tersebut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.