Kalseltenginfo.com, Jakarta – Kiprah raksasa teknologi asal China Huawei, di Indonesia memberi warna bagi industri elektronik. Selama 23 tahun lebih perusahaan yang didirikan pada tahun 1987 oleh Ren Zhengfei, mengembangkan sayap bisnis teknologi di Indonesia.
Sebagai salah satu pengembang industri teknologi elektronik, Huawei,yang masuk Indonesia sejak tahun 2000 tercatat telah merekrut tenaga kerja sebanyak 2.300 karyawan dan 90 persen merupakan pekerja lokal.
Perusahaan penyedia infrastruktur dan perangkat teknologi informasi untuk berbagai industri, dikenal sebagai koorporat berkomitmen melayani kebutuhan pasar untuk grup bisnisnya seperti di Carrier Network, Enterprise, Consumer, Cloud, hingga Digital Power.
Inilah yang membuat Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada perusahaan saat ini juga sudah melayani 95% populasi nasional.Karena sejatinya penerapan transformasi teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri dapat mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045. Upaya ini membutuhkan kontribusi besar dari berbagai pihak, termasuk di antaranya sektor industri elektronik.
“Kami mengapresiasi Huawei yang telah membawa bisnis dan teknologi canggih masuk ke Indonesia. Karena itu, kami mengajak industri ini untuk ikut berkontribusi dalam upaya peningkatan SDM industri dan transformasi teknologi di Indonesia,” kata Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/12/2024).
Wamenperin Faisol Riza melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Huawei Innovation Center di Jakarta, baru-baru tadi.
“Keterlibatan Huawei cukup penting untuk mendukung upaya kami dalam mengembangkan teknologi di Indonesia. Semoga ke depannya investasi dan bisnis Huawei di Indonesia berjalan baik,” ujar Faisol.
Untuk mendukung terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif di tanah air, Wamenperin berharap Huawei berperan aktif memberikan saran apabila menemui kendala terkait layanan pemerintah.
“Kami akan melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan layanan yang berguna dalam mendukung iklim bisnis di Indonesia,” harapnya.
Wamenperin juga meminta kepada Huawei untuk terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna meningkatkan daya saing industri dalam negeri, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
“Terkait hal ini, Huawei juga bisa mulai mempertimbangkan untuk melakukan beberapa hal, termasuk pengembangan teknologi dan membangun pabrik,” imbuhnya.
CFO Huawei Indonesia, Jennifer Feng menyambut positif kunjungan Wamen Faisol ke Huawei Innovation Center. Dia berharap ke depannya dapat bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.
“Ke depannya, kami berharap untuk dapat bekerja sama dengan PemerintahIndonesia untuk berkontribusi lebih banyak kepada bangsamendukung Indonesia dalam mencapai visi besar Indonesia Emas 2045,” ucap Jennifer.





