Gubernur Muhidin Dianugerahi Pembina ProKlim Nasional

oleh -208 views

Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menerima Penghargaan Pembina Program Kampung Iklim ProKlim Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI.

Penghargaan ini menegaskan posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu provinsi yang konsisten mendorong aksi pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas.

Program Kampung Iklim ProKlim merupakan program nasional yang menitikberatkan pada adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui pelibatan masyarakat. Program ini selaras dengan komitmen Indonesia dalam Nationally Determined Contribution yang menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 31,89 persen pada 2030.

Pada tingkat daerah, implementasi ProKlim menjadi instrumen penting untuk mengatasi meningkatnya risiko banjir, kekeringan, dan kebakaran lahan yang kerap terjadi di Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan Rahmat Prapto Udoyo melalui Plt Kepala Bidang Konservasi dan Pengendalian Perubahan Iklim Yudhi Syarif menjelaskan bahwa tahun ini terjadi peningkatan signifikan partisipasi desa pada program tersebut.

Tercatat 100 desa baru mendaftar ke Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim SRN PPI ditambah 20 desa yang mengalami peningkatan kapasitas adaptasi dan mitigasi. Total 120 desa kemudian menjalani proses penilaian dan verifikasi.

Hasilnya lima desa di Kalimantan Selatan berhasil meraih Trophy ProKlim Lestari. Penerima penghargaan tersebut adalah Desa Teluk Karya Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan, Desa Indra Sari Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, Desa Karang Bunga Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala, serta Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin. Untuk kategori Trophy ProKlim Utama penghargaan diberikan kepada Desa Tiwingan Lama Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar.

Selain itu Gubernur Kalimantan Selatan dan Bupati Tabalong turut menerima Apresiasi Pembina ProKlim atas keberhasilan memberikan pembinaan berkelanjutan kepada desa peserta. Pengakuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan desa tidak terlepas dari dukungan kebijakan daerah yang konsisten, terukur, dan berorientasi jangka panjang.

Pada kesempatan yang sama sejumlah perusahaan turut memperoleh Apresiasi Pendukung ProKlim. Penerimanya meliputi PT Wahana Baratama Mining, PT Kalimantan Prima Persada, PT Bhumi Rantau Energi, PT Arutmin Indonesia NPLCT, serta PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin. Keterlibatan sektor usaha memperkuat prinsip kolaborasi multipihak yang menjadi landasan aksi iklim berkelanjutan.

Yudhi menegaskan bahwa penghargaan tingkat nasional yang diterima Gubernur Kalsel merupakan bukti bahwa komitmen pemerintah daerah telah berjalan efektif.

Ia menyebut tiga indikator utama yang membuat desa di Kalsel mampu bersaing secara nasional yaitu tata kelola lingkungan berbasis komunitas, penguatan adaptasi seperti pengelolaan air dan pertanian tahan iklim, serta upaya mitigasi melalui penanaman pohon, rehabilitasi lahan, dan pengurangan sampah.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi. Kami berharap semakin banyak desa di Banua yang berprestasi dalam Program Kampung Iklim,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.