Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meminta seluruh pemerintah daerah dan perangkat kerja memastikan dana transfer dari APBN dimanfaatkan maksimal untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat. Ia menegaskan, dana tersebut tidak boleh terlambat diserap apalagi mengendap tanpa dampak nyata.
Penegasan itu disampaikan H. Muhidin saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Sumber Dana APBN Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis, 12 Februari 2026.
“Kita ingin dana APBN benar-benar bekerja untuk masyarakat. Jangan sampai terlambat, tidak terserap, atau salah sasaran,” kata Muhidin.
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi program pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan antara APBN dan APBD. Perencanaan dan pelaksanaan anggaran, menurut dia, harus berjalan selaras dan sesuai ketentuan.
“Jangan ada kegiatan yang seharusnya dibiayai APBN justru dibebankan ke APBD, atau sebaliknya,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah provinsi dan seluruh perangkat daerah menandatangani komitmen bersama percepatan realisasi anggaran. Muhidin menyebut dana APBN sebagai amanah yang harus dijaga akuntabilitas dan ketepatan penggunaannya.
Dalam kegiatan itu, pemerintah provinsi memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra dan perangkat daerah atas kinerja penyaluran dan penggunaan dana APBN sepanjang 2025. Penghargaan diberikan antara lain kepada sejumlah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), SKPD provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota dengan kinerja penyerapan terbaik.
Namun, Muhidin mengingatkan agar pemberian penghargaan tidak bersifat simbolik dan benar-benar mencerminkan kinerja riil.
“Hati-hati memberikan penghargaan. Jangan sampai salah sasaran atau tidak sesuai dengan serapan anggaran yang sebenarnya,” katanya.
Rapat koordinasi ini dihadiri Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK, jajaran Forkopimda, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, serta para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan.






