Belanja Awal Tahun Masih Bergairah

oleh -8 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Aktivitas belanja masyarakat pada awal 2026 menunjukkan sinyal yang tetap positif. Bank Indonesia memperkirakan penjualan eceran pada Januari 2026 tumbuh 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang mencatat konsumsi rumah tangga masih bergerak, meski memasuki periode setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Kenaikan penjualan terutama datang dari kelompok barang yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup masyarakat. Makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penopang utama. Disusul barang sandang, serta produk budaya dan rekreasi yang semakin diminati, terutama di kalangan kelas menengah perkotaan.

Namun, jika dibandingkan bulan sebelumnya, penjualan pada Januari memang sedikit menurun. Secara bulanan, penjualan eceran diperkirakan turun 0,6 persen. Penurunan ini dinilai wajar karena konsumsi masyarakat mulai kembali normal setelah puncak belanja pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Meski demikian, kontraksi ini jauh lebih ringan dibandingkan Januari tahun lalu yang mencapai 4,7 persen.

Pada Desember 2025, belanja masyarakat justru berada di puncaknya. IPR tumbuh 3,5 persen secara tahunan dan melonjak 3,1 persen secara bulanan. Kinerja ini didorong lonjakan permintaan terhadap peralatan komunikasi, barang rekreasi, suku cadang kendaraan, serta kebutuhan konsumsi harian. Momentum libur akhir tahun mendorong masyarakat lebih aktif berbelanja, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun rekreasi.

Dari sisi harga, Bank Indonesia mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi ke depan. Ekspektasi masyarakat terhadap kenaikan harga pada Maret dan Juni 2026 meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum yang naik seiring mendekatnya bulan Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Periode ini secara historis memang kerap diikuti kenaikan permintaan dan harga sejumlah komoditas.

Meski begitu, kenaikan ekspektasi inflasi ini belum tentu berarti lonjakan harga yang tidak terkendali. Pemerintah dan Bank Indonesia menilai stabilitas harga tetap bisa dijaga melalui penguatan pasokan dan distribusi, terutama untuk bahan pangan dan kebutuhan pokok.

Bagi masyarakat, data ini memberi gambaran bahwa daya beli masih relatif terjaga, meski kewaspadaan terhadap kenaikan harga menjelang hari raya tetap diperlukan. Sementara bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah, tren ini menjadi sinyal penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan, harga, dan konsumsi agar roda ekonomi tetap berputar dengan stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.