Hilirisasi Jadi Kunci, Produktivitas Penentu Masa Depan Ekonomi Kalsel

oleh -38 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Bank Indonesia (BI) menilai penguatan hilirisasi dan peningkatan produktivitas menjadi faktor penentu daya tahan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) di tengah dinamika global dan volatilitas harga komoditas.

Penilaian tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, sejalan dengan peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang menekankan pentingnya transformasi struktural untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Fadjar menyebut struktur ekonomi Kalsel masih didominasi sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan yang berkontribusi 29,47% dan pertanian 11,55%. Sementara kontribusi industri pengolahan baru mencapai 10,9%, mencerminkan ruang besar untuk memperkuat nilai tambah melalui hilirisasi.

“Hilirisasi menjadi kunci untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif, sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah,” kata Fadjar.

Menurut BI, potensi hilirisasi Kalsel ditopang cadangan batu bara Kalimantan yang mencapai 62,73% dari total nasional, dengan estimasi umur cadangan sekitar 90 tahun. Kondisi ini membuka peluang pengembangan industri turunan bernilai tambah tinggi dalam jangka panjang.

Rencana groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Kalimantan, termasuk di Kalsel, pada awal 2026 dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas basis industri pengolahan daerah.

Dari sisi investasi, BI menilai pencapaian target pertumbuhan ekonomi Kalsel sebesar 8,1% memerlukan pergeseran orientasi investasi menuju sektor dengan produktivitas lebih tinggi. Saat ini, struktur investasi daerah masih didominasi sektor dengan ICOR relatif tinggi, sehingga peningkatan kualitas investasi dan penguatan Total Factor Productivity (TFP) menjadi krusial.

Selain hilirisasi, BI juga menekankan pentingnya reformasi struktural melalui penguatan tata kelola, kelembagaan, dan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus untuk memperkuat aglomerasi ekonomi.

Ke depan, BI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait guna mendorong transformasi ekonomi Kalsel yang lebih berdaya tahan, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam LPI 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.