Wali Kota Yamin Temukan Penyempitan Jembatan dan Pintu Air Terbengkalai

oleh -972 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Mengawali aktivitas pagi hari, Selasa (20/01/2026), Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR kembali menyisir sejumlah ruas jalan dan titik sungai di wilayah Banjarmasin Selatan.
Peninjauan ini dilakukan sebagai respons cepat atas laporan warga terkait ancaman genangan air yang masih menghantui kawasan Kelurahan Pemurus Dalam hingga Tanjung Pagar.

Fokus peninjauan dimulai di Sungai Peradapan, kawasan Tatah Belayung, yang disinyalir menjadi salah satu titik krusial lambatnya surut genangan air. Di lokasi tersebut, Yamin menemukan kondisi sungai yang masih cukup dalam karena pengerukan baru mulai dilakukan. Selain itu, terdapat penyempitan pada jembatan eksisting di depan sungai yang menghambat laju aliran air.

“Informasi dari Pak RT tadi, kedalaman sungai sekitar 2 sampai 3 meter. Di sisi lain, jembatan eksisting ini menyempit, lebarnya hanya tersisa sekitar 1,5 meter dari lebar sungai semula yang 4 sampai 5 meter. Ini jelas mempengaruhi kelancaran aliran air Sungai Peradapan,” ungkap Yamin.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota juga mengapresiasi keterlibatan warga dan tokoh masyarakat yang bergotong royong membersihkan area sungai.

Menurutnya, sinkronisasi antara penataan infrastruktur dan kebersihan sungai harus berjalan beriringan untuk mencegah banjir rob maupun genangan air berkepanjangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada warga dan tokoh masyarakat di Tatah Belayung yang telah merawat Sungai Peradapan. Ini bagian dari urat nadi kota, sehingga kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Yamin berharap kegiatan gotong royong seperti ini dapat terus digalakkan oleh kelurahan lain tanpa harus menunggu instruksi pemerintah. Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga fungsi sungai sebagai saluran drainase.

“Budaya gotong royong harus dihidupkan kembali. Sungai jangan sampai dijadikan tempat pembuangan sampah karena dampaknya langsung ke masyarakat sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Yamin mengungkapkan temuan lain di bagian hilir Sungai Peradapan, yakni keberadaan pintu air yang berfungsi mengalirkan air ke pembuangan akhir. Namun, pintu air tersebut dilaporkan sudah lama tidak difungsikan karena kurang perawatan.

“Pintu air ini dibangun sekitar tahun 2000-an, tapi karena tidak terawat akhirnya terbengkalai. Lebarnya hanya tersisa satu meter dan dasarnya tertutup beton. Ini harus segera diubah. Idealnya dibuat tiga pintu agar laju aliran bisa diatur sesuai ketinggian air,” jelasnya.

Selain itu, Yamin juga mengingatkan masyarakat dan para pengembang perumahan agar lebih memperhatikan tata ruang bantaran sungai. Ia menegaskan, tidak boleh lagi ada bangunan yang membelakangi sungai karena berpotensi mengganggu fungsi aliran air.

“Ke depan ini harus menjadi perhatian bersama, terutama pengembang perumahan baru. Kalau bisa, rumah itu menghadap sungai, bukan membelakangi. Sepanjang masuk Tanjung Pagar, hampir seluruh bantaran kiri dan kanan sudah dipenuhi rumah. Kepentingan sungai harus kita tingkatkan lagi,” tegasnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan hasil peninjauan ini akan menjadi dasar penanganan lanjutan, baik melalui normalisasi sungai, perbaikan jembatan, hingga revitalisasi pintu air, guna meminimalisasi potensi genangan di wilayah Banjarmasin Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.