Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Lonjakan mobilitas penumpang menjelang Lebaran 2026 mulai diantisipasi pengelola PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Pengelola bandara resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran di Exhibition Hall Terminal Kedatangan sebagai pusat komando pengendalian operasional selama musim mudik.
Posko ini akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, bertepatan dengan periode puncak pergerakan penumpang. Selain memantau operasional penerbangan, posko juga menjadi ruang koordinasi lintas lembaga untuk memastikan kelancaran arus mudik melalui jalur udara.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan musim mudik Lebaran merupakan periode tersibuk bagi sektor penerbangan. Karena itu, pengelola bandara menempatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama.
“Periode mudik Lebaran selalu menjadi peak season di bandara. Karena itu kami membuka Posko Terpadu untuk memastikan pelayanan tetap aman, nyaman, dan lancar di tengah peningkatan aktivitas penerbangan,” ujarnya.
Posko tersebut beroperasi mengikuti jam layanan bandara, yakni pukul 06.00 hingga 23.00 WITA. Di dalamnya terlibat berbagai pemangku kepentingan seperti Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, maskapai penerbangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta AirNav Indonesia sebagai pengatur navigasi penerbangan.
Dari sisi operasional, pengelola bandara telah melakukan berbagai langkah antisipatif mulai dari inspeksi keselamatan penerbangan, pengecekan fasilitas bandara secara berkala, hingga penguatan kesiapan personel operasional. Protokol penanganan keadaan darurat seperti kecelakaan penerbangan dan gangguan operasional juga disiapkan sebagai bagian dari mitigasi risiko selama periode padat penumpang.
Secara bisnis, momentum Lebaran tetap menjadi penggerak utama trafik penerbangan domestik. Pengelola bandara memprediksi jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor meningkat sekitar 3 persen selama periode posko, dari 179.651 penumpang pada periode sebelumnya menjadi sekitar 184.772 penumpang tahun ini.
Sementara itu, pergerakan pesawat diperkirakan naik 4 persen dari 1.429 pergerakan menjadi sekitar 1.486 pergerakan pesawat.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan sekitar 12.806 penumpang. Sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada 28 Maret 2026 dengan sekitar 12.716 penumpang.
Millyas menilai lonjakan mobilitas ini sekaligus menjadi indikator pulihnya sektor transportasi udara yang terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memastikan para penumpang dapat menikmati perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. Bandara siap menjadi bagian dari kebahagiaan masyarakat yang ingin berkumpul kembali dengan keluarga pada Lebaran tahun ini,” katanya.





