Sepatu Roda Banjarmasin Butuh Lintasan Permanen

oleh -17 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Antusiasme masyarakat terhadap olahraga sepatu roda di Kota Banjarmasin terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Kejuaraan Sepatu Roda Wali Kota Cup 2026 yang diikuti 123 atlet dari 10 kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan di halaman GOR Hasanuddin, Sabtu (27/6).

Namun, di balik tingginya partisipasi tersebut, tersimpan persoalan mendasar yang selama ini dihadapi para atlet dan komunitas, yakni belum tersedianya lintasan permanen yang representatif untuk berlatih.

Mayoritas atlet, khususnya usia dini, masih memanfaatkan ruang publik dan area terbuka yang sejatinya tidak dirancang untuk kebutuhan olahraga sepatu roda. Kondisi ini tentu kurang ideal jika Banjarmasin ingin serius mencetak atlet berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, mengakui kebutuhan akan lintasan khusus sepatu roda sudah menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah Kota Banjarmasin pun mulai mengkaji kemungkinan pembangunan lintasan permanen di kawasan Taman Kamboja maupun Alun-Alun Kota.

“Kita ingin atlet maupun komunitas sepatu roda memiliki tempat latihan yang layak dan aman. Karena itu, lokasi yang memungkinkan akan kita kaji terlebih dahulu,” ujar Yamin usai membuka kejuaraan.

Pernyataan tersebut patut diapresiasi. Sebab, pembinaan olahraga tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan kejuaraan yang bersifat seremonial. Prestasi atlet lahir dari latihan yang rutin, pembinaan yang berkesinambungan, serta dukungan fasilitas yang memadai.

Ketua Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Banjarmasin Ahmad Husaini mengatakan, tingginya jumlah peserta menunjukkan olahraga sepatu roda semakin diminati masyarakat. Bahkan sekitar 80 persen peserta kejuaraan kali ini berasal dari kelompok usia dini.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal besar bagi masa depan olahraga sepatu roda di Banjarmasin. Namun tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi tersebut dikhawatirkan sulit berkembang secara optimal.

“Kami berharap lintasan permanen dapat segera direalisasikan agar pembinaan atlet berjalan lebih maksimal,” katanya.

Keberadaan lintasan permanen bukan hanya penting bagi atlet yang berorientasi prestasi. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum sebagai ruang olahraga, rekreasi, sekaligus membangun budaya hidup sehat.

Lebih jauh, apabila sarana tersebut tersedia, Banjarmasin berpeluang menjadi salah satu pusat pembinaan sepatu roda di Kalimantan. Bahkan, kejuaraan yang saat ini masih berskala provinsi dapat ditingkatkan menjadi ajang nasional.

Momentum peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin semestinya tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan seremonial. Momentum bersejarah ini juga harus menjadi titik awal pembangunan fasilitas olahraga yang mampu melahirkan generasi atlet masa depan.

Kini, tantangannya bukan lagi pada seberapa banyak kejuaraan digelar, melainkan seberapa serius pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur yang mendukung lahirnya prestasi. Sebab, sepatu roda Banjarmasin tidak hanya membutuhkan kompetisi, tetapi juga lintasan permanen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.