Saat Api Menyala di Pengayuan, Muhidin Pilih Turun Langsung

oleh -271 views

Kalseltenginfo.com, Banjarbaru — Api yang membakar lahan di kawasan Pengayuan, Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Selasa (11/8/2026) sore, menjadi ujian cepat bagi upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan.

Di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko meluasnya kebakaran, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memilih datang langsung ke lokasi. Bukan hanya menerima laporan, tetapi melihat dari dekat kondisi lapangan dan ikut memastikan proses pemadaman berjalan.

Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, Muhidin turun ke area yang masih dipenuhi asap dan titik api. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari respons cepat setelah menerima informasi dari masyarakat terkait kebakaran lahan di kawasan Pengayuan.

Turut mendampingi Gubernur dalam penanganan tersebut Kapolda Kalsel, Kepala BIN Daerah Kalsel, Danlanud, Danlanal, serta perwakilan Korem 101/Antasari.

Sekitar pukul 16.15 Wita, rombongan tiba di lokasi. Tanpa menunggu lama, Muhidin bersama pimpinan Forkopimda langsung menyusuri jalur menuju titik api untuk melihat kondisi kebakaran secara langsung.

Di lokasi, api masih terlihat membakar sebagian area lahan. Kepulan asap tipis juga masih muncul dari beberapa titik yang belum sepenuhnya padam.

Muhidin kemudian ikut membantu proses pemadaman. Dengan menggunakan ranting pohon, ia bersama petugas berusaha memukul titik-titik api kecil yang masih menyala sambil menunggu peralatan pemadaman disiapkan.

Setelah mesin penyemprot air atau alkon siap digunakan, proses pemadaman dilakukan secara lebih intensif. Semprotan air diarahkan ke titik api dan area yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah munculnya kembali bara api.

Hingga menjelang petang, Gubernur bersama Forkopimda, Satgas Karhutla BPBD Provinsi Kalsel, BPBD Kota Banjarbaru, TNI, dan Polri masih berada di lokasi memastikan seluruh titik api berhasil dikendalikan.

Respons Cepat dari Informasi Masyarakat

Menurut Gubernur H. Muhidin, langkah cepat menuju lokasi dilakukan setelah pemerintah menerima informasi dari masyarakat.

Baginya, laporan warga menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini karhutla. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas.

“Kita hari ini turun bersama-sama Forkopimda, ada Pak Kapolda, Kabinda, Danlanud, Danlanal dan Korem memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Pengayuan, Banjarbaru. Kita turun setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat. Alhamdulillah, titik-titik api berhasil kita padamkan,” ujar Muhidin.

Ia mengatakan, keberhasilan pemadaman tidak terlepas dari kerja bersama seluruh unsur yang bergerak di lapangan.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan koordinasi cepat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam, dan masyarakat.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Meski titik api di Pengayuan berhasil dipadamkan, Muhidin meminta seluruh jajaran Satgas Karhutla tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan di berbagai wilayah.

Sebab, kondisi lahan yang kering masih memiliki potensi munculnya titik api baru apabila tidak diantisipasi.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan apabila menemukan kebakaran lahan di lingkungan sekitar.

“Kami mengharapkan informasi dari masyarakat bila mengetahui adanya kebakaran lahan di mana saja. Laporkan dan Satgas akan datang untuk memadamkan,” katanya.

Muhidin juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena dampaknya dapat merugikan banyak pihak.

“Kami menghimbau kepada masyarakat atau siapa saja agar tidak melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.