Kongres Kebudayaan Nusantara I Arah Baru Pemajuan Budaya Bangsa

oleh -157 views

Kalseltenginfo.com, Malang – Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, kesadaran untuk menjaga akar kebudayaan bangsa kembali menguat.

Para pewaris, pelaku, dan pemerhati kebudayaan Nusantara berkumpul dalam satu ruang besar untuk merumuskan langkah bersama menjaga identitas bangsa.

Melalui Kongres Kebudayaan Nusantara I, yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026) berbagai entitas kebudayaan dari seluruh Indonesia menyatukan gagasan tentang arah pemajuan kebudayaan nasional.

Kongres tersebut menjadi momentum penting bagi berbagai unsur kebudayaan bangsa, mulai dari penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat adat, para raja, ratu, sultan, datu, penglingsir, pemuka adat, pelaku seni budaya, pelestari budaya spiritual Nusantara, sejarawan, arkeolog, akademisi, hingga masyarakat pencinta kebudayaan.

Mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa sebagaimana pesan Rakawi Tantular, forum tersebut menegaskan bahwa keberagaman budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan bangsa dalam menghadapi dinamika peradaban dunia.

“Kongres Kebudayaan Nusantara I digelar sebagai ruang musyawarah untuk menyatukan pandangan, menggali jejak-jejak peradaban Nusantara, serta menemukan kembali akar jati diri bangsa sebagai fondasi pemajuan kebudayaan nasional,” ujar KRHA Prof (HC) Dr. Dimas Indianto Sastronagoro saat menjadi Ketua Pimpinan Sidang Kongres Kebudayaan.

Rangkaian Kongres Kebudayaan Nusantara diawali dengan Pra Kongres pada 2 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti pembahasan dalam berbagai komisi, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan gagasan melalui proses persidangan dan musyawarah.

Berbagai pandangan yang muncul kemudian dikristalisasi menjadi rekomendasi strategis yang diharapkan mampu menjadi pijakan bersama dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan Nusantara.

Kongres menilai bahwa kebudayaan bukan hanya berbicara tentang peninggalan sejarah, seni, tradisi, maupun ritual masyarakat, tetapi juga menyangkut nilai-nilai luhur yang membentuk karakter bangsa.

Karena itu, penggalian kembali akar peradaban Nusantara menjadi bagian penting dalam menemukan identitas bangsa di tengah perubahan zaman.

Salah seorang peserta kongres kebudayaan, Abby mengapresiasi kegiatan ini. Terlebih salah satu keputusan penting Kongres Kebudayaan Nusantara I adalah kesepakatan untuk menjadikan forum tersebut sebagai gerakan kebudayaan yang berkelanjutan.

“Dalam kongres tersebut peserta menyepakati bahwa Kongres Kebudayaan Nusantara akan terus dilaksanakan sebagai ruang bersama seluruh entitas kebudayaan bangsa.Ini kami apresiasi sebagai langkah baik menjaga peradaban budaya nusantara,” terang Abby, yang menjadi anggota Komisi V dalam kongres ini.

Untuk pelaksanaan berikutnya, Kongres Kebudayaan Nusantara II direncanakan berlangsung di Provinsi Jawa Barat, dengan waktu dan tempat pelaksanaan akan diinformasikan kemudian.

Keputusan tersebut menjadi penanda bahwa upaya pemajuan kebudayaan membutuhkan kesinambungan, bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi melalui dialog dan kerja bersama lintas generasi.

Menyusun Rekomendasi Kebudayaan Nasional

Dalam keputusan kongres, seluruh hasil pembahasan komisi akan dirumuskan menjadi sebuah naskah rekomendasi yang mewakili aspirasi peserta.

Penyusunan naskah tersebut akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai pihak dari entitas kebudayaan bangsa maupun akademisi.

Proses pengembangan rekomendasi akan berlangsung dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan mendatang melalui berbagai sarana komunikasi, termasuk forum dialog daring.

“Langkah tersebut dilakukan agar rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar mencerminkan suara berbagai kelompok kebudayaan di Indonesi,” tambah Dimas Indianto Sastronagoro didampingi Sekretaris Pimpinan Sidang Agung Rizkhi Zaifudhin, A.Md.T., S.H

Kongres juga menyepakati bahwa forum komunikasi peserta tidak akan dibubarkan, melainkan dikembangkan menjadi ruang koordinasi antar-entitas kebudayaan bangsa.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah berkelanjutan untuk berbagi gagasan, memperkuat jejaring, serta menjaga komunikasi antarpewaris kebudayaan Nusantara.

Peserta juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan dan aspirasi dari berbagai pihak untuk memperkaya rekomendasi pemajuan kebudayaan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.