Riduan Maskur: Kalau Prosesnya Tak Benar, Kami Protes!

oleh -173 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Kritik tajam dilontarkan Riduan Maskur, salah satu peserta seleksi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan. Ia menegaskan sikap tegasnya terhadap dugaan ketidakteraturan dan pelanggaran prosedur dalam proses seleksi yang saat ini tengah berjalan.

“Kalau prosesnya benar, siapa pun yang terpilih pasti kami dukung. Tapi kalau tidak benar, mohon maaf, kami protes,” tegas Riduan usai melaporkan dugaan maladministrasi Panitia Seleksi (Pansel) ke Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Kamis (13/11/2025).

Langkah yang diambil Riduan bersama sejumlah peserta lain ini bukan tanpa dasar. Mereka menilai Pansel BAZNAS Kalsel diduga mengabaikan ketentuan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 10 Tahun 2025, yang seharusnya menjadi pedoman utama dalam seleksi pimpinan lembaga pengelola zakat itu.

Setidaknya terdapat tiga pelanggaran penting yang mereka laporkan. Pertama, proses pengusulan calon dari unsur ulama, profesional, dan tokoh masyarakat tidak mengikuti mekanisme rekomendasi resmi sebagaimana diatur Pasal 3 PMA 10/2025.

Kedua, komposisi Tim Seleksi tidak sesuai ketentuan Pasal 27, karena hanya beranggotakan empat orang, termasuk satu pejabat berstatus Pelaksana Tugas (Plt.). Ketiga, tahapan seleksi kompetensi dianggap tidak lengkap karena penulisan makalah yang menjadi penilaian substantif justru ditiadakan.

Menurut Riduan, pelaporan ke Ombudsman merupakan bentuk koreksi moral dan sikap publik terhadap proses rekrutmen yang semestinya berlangsung jujur, transparan, dan akuntabel.

“Kami ini bukan ingin cari ribut. Tapi kami ingin memastikan seleksi lembaga keagamaan seperti BAZNAS ini tidak ternoda oleh praktik yang menabrak aturan,” ujarnya.

Riduan juga menekankan bahwa lembaga zakat adalah simbol amanah umat. Jika proses pemilihannya cacat prosedur, maka kepercayaan publik bisa runtuh. “BAZNAS itu soal keadilan sosial dan integritas. Kalau dari awal sudah tidak sesuai aturan, bagaimana umat mau percaya?” katanya serius.

Sementara itu, hingga berita ini tayang, pihak Panitia Seleksi BAZNAS Kalsel belum memberikan keterangan resmi atas laporan tersebut. Namun, laporan ke Ombudsman ini menjadi sorotan publik dan dianggap sebagai langkah berani untuk menjaga marwah seleksi publik di Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.