POLIRAN 2026, Polda Kalsel Dorong Peserta BLK Terserap Dunia Kerja

oleh -55 views

Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Pelatihan kerja tidak cukup berhenti pada penguasaan keterampilan teknis. Peserta juga perlu memiliki kedisiplinan, etos kerja, dan kesempatan untuk menerapkan kemampuan melalui pengalaman magang hingga memperoleh pekerjaan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) Tahun 2026 yang digelar Polda Kalimantan Selatan di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kamis (29/10/2026).

Program yang diikuti 96 peserta pelatihan kerja ini menjadi bagian dari upaya Polri mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M. Syarifuddin mengapresiasi pelaksanaan POLIRAN. Program tersebut dinilai sejalan dengan agenda pembangunan daerah, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengurangan angka pengangguran.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekdaprov, Gubernur menegaskan bahwa persoalan pengangguran membutuhkan perhatian dan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak dapat menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan tanpa dukungan kepolisian, lembaga pelatihan, serta dunia usaha dan industri.

“Pengurangan angka pengangguran merupakan salah satu sasaran utama pembangunan nasional maupun daerah. Karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak untuk bersama-sama mengatasi persoalan ini,” ungkap Gubernur.

Tantangan ketenagakerjaan semakin besar seiring pertambahan jumlah angkatan kerja setiap tahun. Sementara itu, pertumbuhan lapangan pekerjaan belum tentu sebanding dengan peningkatan jumlah pencari kerja.

Pemprov Kalsel terus mendorong sejumlah program untuk memperluas kesempatan kerja, antara lain melalui penyelenggaraan bursa kerja atau job fair, pelatihan keterampilan, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui BLK.

Gubernur berharap POLIRAN dapat memperkuat kolaborasi Pemprov Kalsel dan Polda Kalsel yang selama ini telah terjalin dalam berbagai bidang pembangunan. Keterlibatan kepolisian dalam persoalan ketenagakerjaan juga dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

Selain peningkatan keterampilan peserta, dukungan terhadap fasilitas pelatihan juga menjadi perhatian. Sarana praktik yang memadai diperlukan agar kompetensi lulusan BLK semakin sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan perkembangan industri.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan memberikan arahan langsung kepada peserta. Ia mengingatkan pentingnya menjaga motivasi, disiplin, dan etos kerja selama mengikuti pelatihan.

Peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, mengikuti arahan instruktur, serta terus mengembangkan kemampuan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Menurut Kapolda, pelatihan kerja tidak semata-mata menghasilkan tenaga kerja yang menguasai keterampilan teknis. Pembentukan sikap profesional, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi bagian penting dari kesiapan memasuki dunia kerja.

Kapolda bahkan mendorong agar program magang dapat menjadi pintu masuk bagi peserta untuk memperoleh pekerjaan. Peserta yang mampu menunjukkan kemampuan dan perilaku positif selama menjalani magang diharapkan memiliki peluang untuk direkrut oleh perusahaan tempat mereka berlatih.

Untuk membuka peluang tersebut, Polda Kalsel berencana berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengundang perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Dengan begitu, perusahaan dapat bertemu langsung dengan calon tenaga kerja lokal yang telah dibekali keterampilan melalui program pelatihan.

“Harapannya, setelah selesai magang, adik-adik ini tidak perlu lagi keluar mencari pekerjaan atau melamar ke berbagai tempat. Jika mereka menunjukkan kemampuan dan kinerja yang baik, perusahaan bisa mempertimbangkan untuk langsung merekrut mereka,” pungkasnya.

*Melihat Kesiapan Fasilitas BLK*

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peninjauan sejumlah fasilitas pelatihan di lingkungan BLK Provinsi Kalimantan Selatan. Sekdaprov M. Syarifuddin bersama Kapolda Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengunjungi gedung teknologi manufaktur.

Di lokasi tersebut, rombongan melihat aktivitas peserta yang tengah memegang peralatan praktik pengelasan menggunakan metode SAW (Submerged Arc Welding) posisi 4G. Pelatihan ini menjadi salah satu bekal keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam sektor manufaktur dan pekerjaan industri.

Peninjauan dilanjutkan ke gedung otomotif. Sejumlah sepeda motor dan mobil disiapkan sebagai sarana praktik peserta untuk mempelajari proses pemeriksaan, perawatan, dan perbaikan kendaraan.

Rombongan juga melihat fasilitas gedung elektronika dan kelistrikan, mulai dari ruang teori, meja kerja praktik hingga bilik instalasi listrik. Berbagai sarana tersebut digunakan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan peserta.

Ketersediaan fasilitas manufaktur, otomotif, serta elektronika dan kelistrikan menunjukkan beragam bidang keahlian yang dapat dikembangkan melalui pelatihan di BLK.

Melalui POLIRAN 2026, Polda Kalsel dan Pemprov Kalsel berharap pelatihan kerja memiliki kesinambungan dengan kebutuhan dunia usaha. Kolaborasi dengan perusahaan menjadi bagian penting agar kompetensi yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai sertifikat pelatihan, melainkan dapat menjadi bekal nyata untuk memasuki pasar kerja.

Dengan melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, lembaga pelatihan, dan dunia industri, upaya menekan pengangguran di Kalimantan Selatan diharapkan semakin terarah, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.