Muhidin Pastikan Pangan Terkendali di Tengah Tekanan Inflasi

oleh -82 views

Kalseltenginfo.com, Barabai – Di tengah pergerakan harga sejumlah komoditas pangan, pasar tradisional menjadi ruang penting bagi pemerintah untuk membaca langsung kondisi ekonomi masyarakat.

Dari Pasar Keramat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memastikan pemerintah hadir menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan tekanan inflasi yang mulai dirasakan masyarakat.

Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, Bupati HST Syamsul Riza, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPwBI Kalsel) Haris Munandar, Gubernur Muhidin turun langsung mengecek harga kebutuhan bahan pokok, Senin (10/08/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan dinamika harga di tingkat pedagang berjalan dalam kondisi terkendali, sekaligus mencari tahu penyebab kenaikan sejumlah komoditas pangan yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.

Kabupaten HST menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena mengalami tekanan inflasi pada beberapa kelompok bahan makanan, terutama beras, daging ayam, bawang merah, hingga sejumlah komoditas hortikultura seperti terong.

Di tengah aktivitas perdagangan yang berlangsung, Muhidin memilih berdialog langsung dengan pedagang. Bukan hanya melihat daftar harga, tetapi menggali informasi dari pelaku pasar yang setiap hari berhadapan dengan perubahan permintaan dan pasokan.

Dari percakapan tersebut, pedagang menyampaikan adanya kenaikan harga pada beberapa jenis beras.

Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh gangguan pasokan, melainkan meningkatnya kebutuhan masyarakat seiring berlangsungnya tradisi peringatan bulan Maulid di Kabupaten HST.

“Setelah kita tanyakan langsung kepada pedagang, kenaikan beberapa bahan pokok ini karena saat ini masyarakat sedang memperingati bulan Maulid sehingga kebutuhan meningkat,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Bagi pemerintah daerah, persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga menyangkut ketersediaan barang di pasar dan kemampuan masyarakat menjangkau kebutuhan sehari-hari.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama adalah beras. Pedagang menyampaikan bahwa beras Bulog melalui program SPHP membantu menjaga keseimbangan harga karena memiliki batas harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Seorang pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga beras jenis lain agar kenaikan tidak semakin membebani konsumen.

“Kami pedagang meminta bantuan Pak Gubernur agar harga beras jenis lain tidak naik. Kalau harga terlalu tinggi, pembeli juga berkurang,” ungkap salah satu pedagang.

Mendengar aspirasi tersebut, Gubernur Muhidin langsung meminta Bulog memastikan distribusi beras tetap berjalan lancar dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pengendalian harga harus dilakukan melalui langkah nyata, terutama memastikan pasokan tidak mengalami hambatan.

“Yang paling penting pasokan tetap tersedia agar tidak terjadi lonjakan harga yang lebih tinggi, termasuk untuk beras Bulog jenis SPHP,” tegas Muhidin.

Intervensi Beras untuk Lindungi Daya Beli

Selain mengandalkan pasokan beras SPHP Bulog, Pemerintah Kabupaten HST juga menyiapkan langkah intervensi melalui kerja sama dengan Bulog untuk menghadirkan beras subsidi jenis Siam Bupati.

Beras tersebut nantinya akan dijual dengan harga sekitar Rp10 ribu per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.

Langkah tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meredam dampak kenaikan harga sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan H. Bagiawan mengatakan, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga pangan di daerah.

Menurutnya, distribusi beras SPHP Bulog untuk Kabupaten HST telah berjalan melalui pedagang pasar dengan pasokan rutin.

“Setiap pedagang menerima sekitar dua ton beras SPHP setiap minggu dengan harga yang sudah ditentukan Bulog,” jelas Bagiawan.

Ia mengakui, momentum bulan Maulid turut memengaruhi pola permintaan masyarakat.

“Kenaikan harga terjadi karena permintaan meningkat, sementara beberapa komoditas mengalami kekurangan pasokan. Sesuai arahan Pak Gubernur, pasokan akan kita tambah dan operasi pasar murah kebutuhan bahan pokok terus dilakukan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.