Muhidin : ASN Harus Cepat, Kreatif dan Solutif

oleh -12 views

Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan bahwa birokrasi masa kini tidak lagi cukup dijalankan dengan pola kerja rutin dan administratif. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan publik, aparatur sipil negara (ASN) dituntut mampu bekerja lebih cepat, kreatif, dan solutif dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Muhidin saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).

Menurut Muhidin, tantangan pembangunan saat ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, dinamika ekonomi global, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat menuntut hadirnya pemimpin birokrasi yang adaptif dan mampu mengambil keputusan secara tepat.

Karena itu, para pejabat tidak boleh lagi bekerja dengan pola lama yang lamban dan menunggu instruksi. Sebaliknya, ASN harus mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing.

“Semangat Kalsel Bekerja harus benar-benar tertanam dalam diri setiap pejabat. Kita membutuhkan aparatur yang produktif, mampu bekerja cepat, berpikir sistematis, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Muhidin.

Bagi Muhidin, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan semata-mata pada banyaknya program yang direncanakan atau laporan yang disusun, melainkan pada sejauh mana kebijakan dan program tersebut mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Ia menilai birokrasi modern membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga memiliki keberanian untuk berinovasi dan menciptakan terobosan-terobosan baru dalam pelayanan publik.

“Kita ingin budaya inovasi tumbuh di setiap perangkat daerah. Jangan hanya bekerja seperti biasa. Harus ada perubahan, harus ada perbaikan, dan harus ada manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang diikuti 60 peserta dari berbagai instansi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan tersebut, menurut Muhidin, harus menjadi momentum bagi para pejabat untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan memperkuat kemampuan manajerial.

Ia mengingatkan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda formal untuk memenuhi persyaratan jabatan atau memperoleh sertifikat kompetensi. Lebih dari itu, PKN harus menjadi ruang refleksi sekaligus pembuktian kemampuan seorang pemimpin dalam mengelola organisasi secara efektif.

“Jangan sampai pelatihan ini hanya menjadi formalitas. Saya ingin peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas diri dan membawa perubahan nyata di tempat kerja masing-masing,” katanya.

Muhidin bahkan menegaskan bahwa kompetensi kepemimpinan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kelayakan seseorang untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintahan.

Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan dalam disiplin, integritas, kepatuhan terhadap aturan, serta memiliki komitmen kuat untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Di tengah upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, energi, penanggulangan bencana hingga penguatan ekonomi daerah, keberadaan ASN yang profesional dan adaptif menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.

Karena itu, Muhidin berharap seluruh peserta PKN mampu membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan baru. Mereka diharapkan mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan langkah konkret yang dapat meningkatkan kinerja organisasi sekaligus mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Jabatan adalah amanah. Masyarakat menaruh harapan besar kepada pemerintah. Karena itu, ASN harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan menjadi bagian dari masalah,” tegasnya.

Melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap lahir pemimpin-pemimpin birokrasi yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga memiliki keberanian untuk bertransformasi, berinovasi, dan menjawab kebutuhan masyarakat dengan cepat, kreatif, serta solutif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.