Modal Bank Kalsel Tembus Rp3,07 Triliun

oleh -1,106 views

Kalseltenginfo.com, Bali – Bank Kalsel mencatat tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya dengan berhasil meningkatkan modal inti hingga menembus angka Rp3,07 triliun. Pencapaian ini menandai kesiapan Bank Kalsel untuk naik kelas menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II, sekaligus memperkuat peran strategisnya sebagai bank daerah yang kompetitif dan berdaya saing nasional.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin melalui Direktur Kepatuhan, Mitra Damayanti, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi kuat antara pemegang saham, manajemen, dan seluruh karyawan.

“Kita patut bersyukur, target modal inti minimum (MIM) Rp3 triliun telah terpenuhi. Ini bukan hanya capaian angka, tetapi juga simbol komitmen Bank Kalsel dalam memperkuat struktur permodalan dan ekspansi usaha secara berkelanjutan,” ujarnya saat membuka Media Gathering, di Bali, Kamis (16/10/2027)

Dengan peningkatan modal tersebut, Bank Kalsel kini memiliki ruang lebih luas untuk memperluas portofolio pembiayaan, meningkatkan layanan digital, serta memperdalam dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Modal yang kuat berarti kepercayaan yang tinggi. Kami ingin menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Mitra Damayanti.

Capaian modal inti ini juga selaras dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menetapkan bahwa bank daerah perlu memperkuat permodalan agar mampu bersaing di era digital dan menghadapi konsolidasi sektor perbankan nasional.

Manajemen Bank Kalsel sendiri sangat berterima kasih dengan pemberitaan inspiring dari berbagai media mitra Bank Kalsel, yang menciptakan berita konstruktif dan berimbang.

“Kami sangat berterima kasih sekali kemitraan yang terjalin baik, sehingga memberikan citra positif bagi Kalsel, sebagai Bank Kebanggaan Banua,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.