Menaker Bagikan Lima Bekal Sukses Hadapi Persaingan Dunia Kerja kepada Siswa SMK

oleh -286 views

Kalseltenginfo.com, Cirebon – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, membagikan lima bekal penting kepada siswa SMK Nasyrul Ulum Gegesik, Cirebon, Jawa Barat, agar mampu meraih kesuksesan sekaligus menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Kelima bekal tersebut meliputi cita-cita tinggi, keterampilan yang teruji, penguasaan bahasa asing, keyakinan pada kemampuan diri, serta kedekatan dengan Tuhan dan berbakti kepada orang tua.

Bekal pertama dari Menaker yaitu generasi muda harus memiliki cita-cita besar dan menjadikannya sebagai energi untuk terus belajar, bekerja keras, serta memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain.

“Jadi kalau kita punya mimpi yang besar, cita-cita yang besar, maka mimpi dan cita-cita itu akan menjadi energi untuk kita senantiasa bekerja keras,” kata Menaker saat memberikan motivasi kepada para siswa-siswi SMK Nasyrul Ulum Gegesik, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).

Menurut Yassierli, cita-cita tidak semata-mata diukur dari jabatan atau kekayaan yang ingin diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Ia mencontohkan, seseorang yang bercita-cita menjadi gubernur dapat memberikan manfaat melalui kebijakan untuk masyarakat di satu provinsi, sementara seorang menteri dapat memberikan manfaat melalui kebijakan yang berdampak bagi jutaan pekerja.

Bekal kedua adalah memiliki keterampilan atau skill yang benar-benar dikuasai dan teruji. Menaker mengatakan, persaingan kerja saat ini tidak cukup dimenangkan hanya dengan mengandalkan ijazah. Perusahaan membutuhkan calon pekerja yang mampu menunjukkan kompetensi dan bukti nyata atas keterampilan yang dimilikinya.

“Sudah tidak zamannya lagi datang ke perusahaan hanya membawa ijazah dan berharap diterima. Yang dicari adalah orang yang punya skill. Kalau mengaku bisa desain visual, tunjukkan hasil desainnya. Punya pengalaman bekerja dalam tim, tunjukkan buktinya. Jadi, harus ada keterampilan, pengalaman, dan hasil pekerjaan yang bisa ditunjukkan,” ujarnya.

Bekal ketiga adalah menguasai bahasa asing untuk memperluas peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Menaker menyebut sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Jerman memiliki kebutuhan tenaga kerja. Penguasaan bahasa negara tujuan, menurutnya, dapat menjadi keunggulan tersendiri bagi para pencari kerja, termasuk ketika melamar di perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia.

Bekal keempat, Menaker meminta siswa memiliki keyakinan bahwa kemampuan yang dimiliki orang lain juga dapat dipelajari dan diraih oleh diri sendiri. Ia menceritakan pengalamannya melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral di Amerika Serikat dan sempat mengajar di negara tersebut. Pengalaman itu mengajarkannya bahwa keterbatasan awal bukan alasan untuk menyerah selama disertai kemauan belajar dan kerja keras.

“Kalau orang bisa, saya juga harus bisa. Ini penting agar kita tidak mudah minder dan menyerah sebelum mencoba. Orang yang memiliki cita-cita sampai ke puncak gunung tentu akan mempersiapkan bekal lebih banyak, belajar lebih serius, dan lebih sabar menghadapi tantangan dibandingkan orang yang hanya ingin sampai di kaki gunung,” tuturnya.

Bekal kelima, lanjut Menaker, adalah senantiasa meminta pertolongan Allah SWT, tidak melupakan doa, serta menjaga hubungan baik dengan orang tua. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dan kerja keras, tetapi juga perlu disertai keridaan Tuhan dan doa orang tua. Karena itu, para siswa diminta senantiasa menghormati, menyayangi, dan tidak menyakiti hati kedua orang tua.

“Adik-adik yang saya cintai, cari siapapun orang yang sukses di dunia, adik-adik akan temukan benang merahnya satu. Dia adalah orang yang senantiasa berbuat baik kepada orang tuanya. Pasti itu,” ujarnya.

Biro Humas Kemnaker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.