Menakar Kinerja Polda Kalsel 2025, Antara Capaian dan Tantangan Keamanan Publik

oleh -188 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Menutup kalender kerja 2025, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan memilih membuka lembar evaluasi secara terbuka. Rilis Akhir Tahun yang digelar di Auditorium Polda Kalsel bukan sekadar agenda rutin, melainkan penanda komitmen institusi kepolisian untuk menghadirkan akuntabilitas di hadapan publik.

Di hadapan media dan pemangku kepentingan, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan bahwa tahun 2025 memberi catatan yang relatif menggembirakan. Sejumlah indikator utama menunjukkan tren perbaikan, terutama dalam keselamatan lalu lintas dan pemberantasan narkotika.

“Berbagai upaya yang kami lakukan bersama masyarakat mulai membuahkan hasil. Angka kecelakaan dan korban meninggal berhasil ditekan, meski masih ada tantangan yang harus kami benahi,” ujar Kapolda.

Pernyataan ini penting dicermati. Keselamatan lalu lintas selama ini menjadi isu laten di Kalimantan Selatan, seiring pertumbuhan kendaraan, infrastruktur jalan yang belum merata, serta budaya berkendara yang masih perlu dibenahi. Data yang disampaikan Polda Kalsel menunjukkan penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari hingga Desember 2025. Dari sebelumnya 924 kasus pada 2024, turun menjadi 837 kasus.

Namun yang lebih bermakna adalah penurunan korban meninggal dunia hingga 32 persen. Dari 378 jiwa menjadi 257 jiwa. Angka ini tidak hanya berbicara statistik, tetapi juga menyiratkan ratusan nyawa yang berhasil diselamatkan. Pada titik inilah kinerja kepolisian bersinggungan langsung dengan nilai kemanusiaan.

Meski demikian, kenaikan tipis korban luka berat menjadi catatan tersendiri. Fakta ini menegaskan bahwa persoalan lalu lintas belum sepenuhnya selesai. Edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum yang konsisten tetap menjadi pekerjaan rumah bersama.

Kapolda mengingatkan bahwa keselamatan di jalan tidak bisa dibebankan pada satu institusi semata. “Ini menjadi pengingat bahwa edukasi dan kewaspadaan di jalan harus terus kita tingkatkan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Pendekatan humanis yang kini lebih dikedepankan Polda Kalsel juga patut diapresiasi. Penurunan jumlah teguran hingga 41 persen dan penindakan tilang yang ikut menurun menunjukkan perubahan perilaku masyarakat. Bukan semata karena takut sanksi, tetapi mulai tumbuh kesadaran kolektif bahwa tertib berlalu lintas adalah kebutuhan bersama.

Di sisi lain, ancaman narkotika tetap menjadi bayang gelap yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Sepanjang 2025, Polda Kalsel mengungkap lebih dari seribu lima ratus kasus narkotika dengan hampir dua ribu tersangka. Barang bukti sabu ratusan kilogram yang berhasil diamankan bukan sekadar angka, melainkan potret ancaman serius terhadap generasi muda.

Polda Kalsel menempatkan pemberantasan narkotika sebagai fokus utama, dan capaian ini menunjukkan kerja keras aparat di lapangan. Namun perang melawan narkoba tidak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan penindakan. Pencegahan, rehabilitasi, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan.

Rilis Akhir Tahun ini pada akhirnya memberi pesan penting. Keamanan dan ketertiban bukan produk instan, melainkan hasil proses panjang yang membutuhkan konsistensi, evaluasi, dan kemauan untuk berubah. Capaian 2025 layak diapresiasi, tetapi tantangan ke depan menuntut strategi yang lebih adaptif dan kolaboratif.

Transparansi yang ditunjukkan Polda Kalsel melalui forum terbuka ini menjadi modal kepercayaan publik. Kepercayaan itulah yang akan menentukan seberapa kuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga Kalimantan Selatan tetap aman, tertib, dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.