Lebaran Tanpa Sekat di Mahligai

oleh -46 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin — Pintu Mahligai Pancasila terbuka lebar, dan yang datang bukan hanya tamu, melainkan kebersamaan yang terasa cair, tanpa jarak.

Di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/03/2026), Gubernur Muhidin memilih merayakan Lebaran dengan cara sederhana namun bermakna, hadir utuh di tengah masyarakat. Didampingi istri, Hj Fathul Jannah Muhidin, ia berdiri menyambut setiap orang yang datang,tanpa protokol yang kaku.

Di sampingnya, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman bersama Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi, serta Sekretaris Daerah Muhammad Syarifuddin dan Hj Masrupah, melengkapi formasi yang ia sebut “Tiga Serangkai”.

Namun, hari itu, mereka bukan sekadar pejabat. Mereka adalah tuan rumah bagi siapa saja tokoh agama, pejabat, hingga masyarakat umum yang datang membawa satu tujuan yakni sebuah agenda bersilaturahmi.

Usai salat Id di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, arus manusia mengalir menuju Mahligai. Tidak ada sekat sosial yang terasa. Semua berdiri dalam posisi yang sama berjabat tangan, tersenyum, dan berbagi cerita.

Ketua DPRD Kalsel H Supian HK tampak membaur. Begitu pula para tokoh lintas agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama, yang menjadi simbol kuat bahwa Lebaran di Banua bukan hanya milik satu kelompok, tetapi milik semua.

Di tengah suasana itu, pesan kepemimpinan justru hadir tanpa suara keras. Muhidin tak banyak berpidato. Ia memilih menunjukkan bahwa harmoni dalam pemerintahan dimulai dari harmoni dalam kebersamaan.

Komitmen menjaga kekompakan bersama wakil gubernur dan sekretaris daerah bukan hanya jargon. Ia hadir nyata dalam cara mereka berdiri berdampingan, menyambut rakyat tanpa jarak.

“Lebaran di Mahligai hari itu bukan tentang seremoni. Karena memang menjadi ruang perjumpaan di mana pemimpin dan rakyat saling menatap setara, saling mendoakan, dan menguatkan satu sama lain.Sungguh momen indah,” ucap Jurnalis Senior Muhammad Risanta, berada di tengah-tengah warga bersilaturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel.

Dan endingnya adalah makna Idulfitri menemukan bentuknya yang paling sederhana dan paling jujur, kebersamaan dan selalu ada di momen Lebaran. (Helmi Rifai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.