Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Kreativitas Banua benar benar meledak pada hari pertama Banua Creative Festival 2025 yang resmi dibuka di Gedung Sultan Suriansyah, Kayutangi, Banjarmasin.
Gelaran yang mengusung tema Titik Kumpul ini menjadi ajang bertemunya para pelaku industri kreatif, komunitas, UMKM, investor, dan masyarakat yang ingin melihat langsung geliat ekonomi kreatif Kalimantan Selatan.
Festival dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin M.Pd, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan. Pembukaan ditandai dengan flashlight moment saat seluruh pengunjung menyalakan lampu ponsel sebagai simbol bersatunya energi kreatif Banua.
Syarifuddin menegaskan bahwa potensi ekonomi kreatif Kalimantan Selatan sangat besar dan mampu menjadi pilar pembangunan daerah.
Sebelum seremoni utama, ragam aktivitas komunitas telah menggugah suasana festival. Pengunjung disambut tarian tradisi, penampilan komunitas stand up comedy pada sesi Tertawa Ria, gelaran Banua Coffee Fest, hingga showcase UMKM kreatif yang menampilkan produk beragam dari kuliner hingga fesyen.
“Ruang ekspresi yang dibangun panitia membuat festival ini menjadi titik kumpul yang benar benar hidup,” tutur Risanta, Jurnalis Senior CNN Indonesia yang juga penggiat pariwisata nasional.
Puncak perhatian publik pada hari pertama tertuju pada pertunjukan Opera Banjar Saruni Pahlawan Bajau. Sebuah karya kolosal berdurasi 90 menit yang memadukan tarian, syair Banjar, teater, musik panting, dan elemen visual modern.
Pertunjukan ini mendapat sambutan hangat karena mampu menyajikan identitas budaya Banjar melalui pendekatan artistik yang segar dan relevan.
Antusiasme publik pun tercermin dari jumlah pengunjung yang mencapai 1.973 orang. Lonjakan kedatangan membuat panitia menambah kuota tiket langsung di lokasi.
Sementara itu, sebanyak 25 tenant kuliner, kriya, dan fesyen turut meramaikan area festival. Salah satu tenant yang paling mencuri perhatian adalah DPC Gekrafs Kotabaru dengan ragam produk kreatifnya.
Ketua HIPMI Kalimantan Selatan, Putra Qomaluddin Attar Nuriqli, menyampaikan apresiasi terhadap energi kreatif para peserta festival. Ia menilai panggung dan expo yang dihadirkan menunjukkan keseriusan pelaku industri kreatif dalam memperkenalkan karya karya terbaiknya kepada publik.
“Hari ini ulun menyaksikan langsung bahwa teman-teman sangat serius dalam performa di panggung dan expo. Salut untuk energi kreatif ini dan tentu apresiasi untuk DPW GEKRAFS Kalsel,” ucap Qamaluddin.
Dengan tingginya transaksi yang dilaporkan sejumlah tenant sejak dibuka, Banua Creative Festival 2025 tidak hanya menjadi ruang pertemuan komunitas kreatif tetapi juga panggung tumbuhnya potensi ekonomi kreatif daerah. Gelaran ini memperlihatkan bahwa kreativitas Banua terus bertumbuh dan kini meledak dalam bentuk karya, kolaborasi, dan semangat baru yang menggerakkan masa depan industri kreatif Kalimantan Selatan.





