Kalsel Buktikan Rawa Bisa Panen Jagung

oleh -728 views

Kalseltenginfo.com, Gambut – Kalimantan Selatan kembali mencatat sejarah baru di dunia pertanian. Untuk pertama kalinya, jagung berhasil ditanam dan dipanen di lahan rawa basah. Panen raya yang digelar di Jalan Gubernur Syarkawi Km 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Sabtu (27/9/2025), menjadi bukti nyata bahwa lahan rawa dapat dioptimalkan sebagai sumber produksi pangan.

Gubernur Kalsel H. Muhidin hadir langsung dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal III tersebut. Ia menyampaikan bahwa hasil panen kali ini jauh lebih baik dibanding Kuartal I dan II. “Pada kesempatan ini kita juga menyerahkan 4 unit mesin Crown Combine, sesuai kebutuhan Polda Kalsel untuk mendukung panen raya jagung berikutnya,” ujarnya.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menuturkan, hasil panen Kuartal III ini mencapai lebih dari 700 ton jagung. Ke depan, panen serupa juga akan digelar di Kecamatan Sungai Danau, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan luas lahan sekitar 50 hektare.

“Kami memang membutuhkan mesin Crown Combine, dan terima kasih kepada Gubernur Kalsel yang telah mendukung. Rencananya mesin tersebut datang awal Oktober nanti,” katanya.

Ia menambahkan, panen kali ini bukan hanya sukses dari sisi hasil, tetapi juga dari luas tanam yang terus bertambah. Harapannya, tren ini berlanjut hingga Kuartal IV, sehingga produksi jagung di Kalsel terus meningkat.

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena baru di Kalsel jagung berhasil ditanam di lahan rawa basah. Sejak penanaman pada Maret lalu hingga panen Kuartal III ini, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi antara Pemprov Kalsel, masyarakat, dan akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Meski demikian, tantangan menanam jagung di rawa cukup besar. Kandungan air asam dengan pH 5 perlu disesuaikan, karena jagung idealnya membutuhkan pH 5,5. Selain itu, jumlah air harus dikendalikan agar tanaman bisa tumbuh optimal.

Untuk saat ini, hasil panen difokuskan memenuhi kebutuhan Bulog sebesar 9.500 ton per tahun. Jika target tersebut tercapai, penyaluran baru akan dilakukan ke pasar yang lebih luas. Dari total lahan rawa basah potensial lebih dari 12 ribu hektare, sejauh ini sekitar 900 hektare sudah berhasil ditanami jagung.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Polda Kalsel dan jajaran Polres juga menggelar Pasar Murah Beras SPHP. Beras dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), di pasaran mencapai Rp65.000 per sak, sedangkan melalui program Gerakan Pasar Murah (GPM) hanya Rp 56.500 per sak.

Panen jagung di lahan rawa basah ini menjadi bukti bahwa inovasi pertanian bisa menjawab tantangan ketahanan pangan. Dengan dukungan teknologi, sinergi pemerintah, aparat, masyarakat, dan akademisi, Kalsel optimistis mampu menjadikan jagung sebagai komoditas unggulan baru yang menopang kebutuhan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.