Gangguan Sistem Interkoneksi, Sebagian Wilayah Kalsel-Kalteng Alami Pemadaman Listrik

oleh -16 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin menginformasikan terjadinya gangguan pada sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan yang menyebabkan penurunan pasokan daya pembangkit, Senin (22/06/2026).

Dalam informasi resmi yang dirilis pukul 13.00 Wita, PLN menyebutkan gangguan tersebut berdampak pada sebagian wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Manajer PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menjelaskan bahwa untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara menyeluruh, petugas PLN saat ini melakukan pengaturan beban pada sistem interkoneksi.

“Petugas PLN saat ini segera melakukan pengaturan beban pada sistem interkoneksi sebagai langkah menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi PLN.

Selain melakukan pengaturan beban, PLN juga terus berupaya mempercepat proses pemulihan pembangkit secara terkoordinasi agar pasokan listrik dapat kembali normal secara bertahap.

PLN memastikan akan terus memberikan informasi perkembangan terbaru kepada masyarakat terkait proses pemulihan sistem kelistrikan tersebut.

Sementara itu, Ketua Persatuan Ahli Kelistrikan Nasional Indonesia (PAKLINA) Kalimantan Selatan, Helmi Rifai, menilai gangguan pada sistem interkoneksi harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan sistem kelistrikan di Kalimantan.

Menurut Helmi, gangguan pada satu titik pembangkit atau jaringan tidak seharusnya berdampak luas apabila sistem cadangan dan skema mitigasi berjalan optimal.

“Kejadian ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Sistem interkoneksi memang memiliki banyak keuntungan, namun di sisi lain juga membutuhkan keandalan yang tinggi. Ketika terjadi penurunan pasokan daya, harus dipastikan mekanisme cadangan mampu bekerja cepat agar dampaknya kepada masyarakat bisa diminimalkan,” ujar Helmi Rifai.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat PLN dalam melakukan pengaturan beban dan percepatan pemulihan sistem.

“Langkah pengaturan beban merupakan prosedur teknis yang lazim dilakukan untuk menjaga agar sistem tidak mengalami gangguan yang lebih besar. Yang terpenting saat ini adalah percepatan pemulihan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Helmi berharap ke depan penguatan infrastruktur kelistrikan, peningkatan kapasitas pembangkit cadangan, serta modernisasi sistem proteksi dan monitoring terus dilakukan guna meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kalimantan.

“Kita berharap ke depan sistem kelistrikan Kalimantan semakin andal, sehingga aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik tidak terlalu terdampak ketika terjadi gangguan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.