Piala Dunia dan Ruang Rapat Direksi, Oleh : Helmi Rifai SH, Pemimpin Umum Media Online Kalseltenginfo.com

oleh -2 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Bagi sebagian orang, Piala Dunia hanyalah soal 22 orang berebut bola selama 90 menit. Namun bagi pelaku usaha, pertandingan sepakbola sejatinya adalah laboratorium bisnis terbesar di dunia.

Coba bayangkan. Setiap negara peserta Piala Dunia sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan sebuah perusahaan besar. Mereka memiliki visi, strategi, sumber daya manusia, manajemen operasional, hingga divisi pengelola risiko.

Bedanya, jika perusahaan menjual produk, maka tim sepakbola menjual kemenangan, kebanggaan nasional, dan emosi.

Lihat saja bagaimana Prancis menghajar Norwegia 4-1 di Foxborough. Ousmane Dembele mencetak hattrick hanya dalam 32 menit. Banyak orang melihatnya sebagai kehebatan individu. Padahal, di balik tiga gol itu tersimpan proses manajemen yang panjang. Prancis bukan tim yang dibangun semalam.

Federasi sepakbola mereka telah bertahun-tahun menyiapkan akademi, sistem pembinaan, filosofi bermain, hingga regenerasi pemain. Ketika satu generasi pensiun, generasi berikutnya sudah siap mengambil alih.
Dalam dunia usaha, inilah yang disebut manajemen strategik.

Perusahaan besar tidak hanya memikirkan keuntungan bulan ini. Mereka memikirkan siapa calon pemimpin lima atau sepuluh tahun mendatang. Mereka menyiapkan kader, membangun merek, dan menjaga budaya organisasi.
Klub seperti Ajax Amsterdam menjadi contoh klasik. Mereka mungkin tidak sekaya Real Madrid, tetapi memiliki “pabrik pemain” yang terus menghasilkan talenta kelas dunia.

Perusahaan pun demikian. Banyak usaha keluarga yang runtuh bukan karena produknya buruk, melainkan karena tidak menyiapkan regenerasi.
Namun strategi sehebat apa pun tidak akan berarti tanpa eksekusi.

Sepakbola modern bukan sekadar soal latihan sore di lapangan. Ada ahli gizi, dokter, analis video, psikolog, staf perjalanan, hingga petugas logistik yang bekerja di balik layar.
Pertandingan berlangsung selama 90 menit, tetapi persiapannya bisa berbulan-bulan. Dunia usaha juga begitu.

Kita sering terpesona melihat sebuah restoran selalu ramai, hotel selalu penuh, atau toko online laris manis. Padahal keberhasilan itu lahir dari ribuan pekerjaan kecil yang dikerjakan setiap hari secara konsisten.

Pengiriman tepat waktu, pelayanan pelanggan yang ramah, kualitas produk yang terjaga, hingga kebersihan tempat usaha merupakan “operasional pertandingan” bagi sebuah bisnis.
Visi besar tanpa operasional yang rapi hanyalah slogan.

Lalu ada satu hal yang sering dilupakan banyak pengusaha maupun manajer klub, yakni mitigasi risiko.
Sepakbola adalah industri yang sangat tidak pasti. Cedera pemain bintang, kartu merah, cuaca buruk, kerusuhan suporter, hingga kegagalan lolos fase grup dapat mengguncang kondisi keuangan klub.

Lihat Norwegia. Keputusan menyimpan Erling Haaland, Martin Odegaard, dan Alexander Sorloth saat menghadapi Prancis bisa dipandang sebagai strategi manajemen risiko untuk fase berikutnya. Namun keputusan itu juga mengandung konsekuensi: kekalahan telak.
Dalam bisnis, keputusan serupa terjadi setiap hari.
Apakah perusahaan akan berutang besar untuk ekspansi? Apakah akan membuka cabang baru? Apakah akan bergantung pada satu pelanggan utama? Pengusaha yang bijak selalu menyiapkan skenario terburuk. Sebab dalam bisnis, sebagaimana sepakbola, tidak ada tim yang selalu menang.

Piala Dunia 2026 mengajarkan bahwa kemenangan bukan hanya soal pemain hebat. Prancis menang bukan semata karena Mbappe atau Dembele, tetapi karena mereka memiliki strategi jangka panjang, operasional yang disiplin, dan kemampuan mengelola risiko.

Begitu pula perusahaan.
Membangun usaha sejatinya sama seperti membangun tim sepakbola. Kita membutuhkan visi yang jelas, eksekusi yang konsisten, serta kesiapan menghadapi kejutan.

Satu kata saja, baik di lapangan hijau maupun di ruang rapat direksi, tujuan akhirnya tetap sama mencetak gol sebanyak mungkin, meminimalkan kebobolan, dan memastikan organisasi tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Jadi kita nikmati sajian Piala Dunia ini dan ambil bagian terpenting kisahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.