BSI Pacu Bisnis Emas di Tengah Ketidakpastian Global

oleh -18 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu gejolak geopolitik, fluktuasi suku bunga, tekanan inflasi, hingga volatilitas pasar keuangan justru membuka peluang baru bagi bisnis emas. Momentum ini dimanfaatkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan mempercepat pengembangan ekosistem emas sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru perseroan.

Melalui gelaran BSI Wealth Insight di Banjarmasin, BSI menegaskan komitmennya memperkuat posisi sebagai bank emas terpercaya di Indonesia sekaligus pemimpin layanan wealth management berbasis syariah.

RCEO Regional IX BSI Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, mengatakan emas saat ini semakin dilirik investor karena mampu menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian global.

“Dalam situasi ekonomi dunia yang dinamis, emas menjadi instrumen yang relevan. Tidak hanya sebagai lindung nilai, tetapi juga bagian penting dari strategi pengelolaan kekayaan,” ujarnya.

Secara historis, emas dikenal sebagai safe haven asset, yakni instrumen yang cenderung dicari investor ketika pasar saham, obligasi, maupun mata uang mengalami tekanan. Saat ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap emas biasanya ikut naik karena dianggap lebih stabil dalam jangka panjang.

Fenomena itu tercermin pada kinerja bisnis emas BSI sepanjang 2025. Perseroan mencatat jumlah nasabah layanan bullion mendekati 1 juta orang, dengan total emas kelolaan mencapai lebih dari 22,5 ton.

Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan emas berbasis perbankan syariah. Saat ini BSI telah memiliki ekosistem emas terintegrasi mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga produk BSI Gold.

Menurut Sefudin, perkembangan bullion banking menjadi tonggak penting dalam modernisasi investasi emas nasional. Masyarakat kini tidak hanya membeli emas fisik, tetapi juga bisa memiliki emas melalui kanal digital dengan sistem yang aman dan transparan.

“Kami terus menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan nasabah. Investasi emas kini bisa dilakukan lebih mudah melalui layanan digital, kapan saja dan di mana saja,” katanya.

BSI juga melihat perubahan perilaku investor, terutama generasi muda, yang mulai memasukkan emas ke dalam portofolio keuangan mereka. Hal ini didorong meningkatnya kesadaran pentingnya diversifikasi aset serta kebutuhan perlindungan nilai di tengah ekonomi yang tidak menentu.

Di sisi lain, penguatan bisnis emas BSI sejalan dengan agenda nasional mendorong hilirisasi komoditas dan pengembangan industri bullion dalam negeri. Dengan semakin kuatnya ekosistem emas nasional, nilai tambah komoditas emas diharapkan lebih banyak berputar di pasar domestik.

Selain bisnis emas, BSI terus memperluas segmen wealth management. Per Desember 2025, lebih dari 70 ribu nasabah prioritas telah dikelola dengan berbagai produk investasi syariah seperti reksa dana, sukuk, bancassurance, hingga layanan konsultasi waris dan haji-umrah concierge.

Melalui strategi tersebut, BSI tak hanya menjual produk, tetapi membangun fondasi ketahanan finansial nasabah. Saat dunia masih dibayangi ketidakpastian, BSI memilih memacu bisnis emas,karena di tengah badai ekonomi global, logam mulia kembali menjadi pelabuhan aman investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.