BCF 2025 Dorong Kreatif dan Investasi Daerah

oleh -198 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Banua Creative Festival BCF 2025 resmi digelar pada 5–7 Desember di Gedung Sultan Suriansyah Kayutangi. Mengusung tema “Titik Kumpul”, festival ini diposisikan sebagai platform ekonomi kreatif yang menargetkan penguatan pasar produk lokal sekaligus mendorong keterlibatan investor dalam rantai bisnis kreatif Banua.

Penyelenggara menargetkan 5.000–7.000 pengunjung dengan fokus pada pameran produk, pertunjukan seni, ruang diskusi, dan aktivasi komunitas. BCF 2025 diproyeksikan menjadi sarana mempertemukan produsen, konsumen, hingga pemodal dalam satu arena bisnis.

Direktur Festival BCF 2025 Aswin Nugroho menegaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif harus dimulai dari basis produk. Menurutnya banyak pelaku menempatkan jejaring sebagai tujuan utama padahal kualitas dan kesiapan produk adalah titik awal pertumbuhan pasar.

“Berjejaring itu tahapan keempat. Fondasinya tetap produk. Kami ingin pelaku membawa karya terbaiknya untuk diuji langsung oleh pasar.”terang Aswin Nugroho, dalam keterangan resminya di Banjarmasin, Senin (01/12/2025).

BCF 2025 memberikan fasilitas etalase dan area display secara gratis. Strategi ini dimaksudkan untuk menurunkan biaya partisipasi pelaku kreatif sekaligus meningkatkan eksposur mereka di hadapan publik dan investor potensial.

Direktur Kreatif Novyandi Saputra menyebut tiga program unggulan festival menjadi alat penting untuk mendorong nilai ekonomi pelaku ekraf.
Program pertama adalah BanuaCraft yang menjadi ruang pamer produk kriya kuliner fesyen dan desain. Ruang ini diarahkan sebagai market hub yang mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung.

Program kedua adalah Ideaforum yang menghadirkan pakar brand nasional Handoko Hendroyono. Forum ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku dalam membangun usaha yang berorientasi jangka panjang.

Program ketiga adalah SoundOn yang menjadi pusat keramaian melalui penampilan musisi dan band lokal. Ruang musik ini berfungsi menarik trafik pengunjung sehingga menciptakan multiplier effect bagi tenant produk.

“Selain itu aktivasi komunitas diposisikan sebagai sumber inovasi. Komunitas bukan pelengkap. Mereka mesin penggerak festival.” Novyandi Saputra

Salah satu agenda besar BCF 2025 adalah memperkuat kehadiran investor lokal yang selama ini dinilai belum banyak terlibat dalam industri kreatif. Penyelenggara menyiapkan sejumlah titik pertemuan informal antara pelaku dan pemodal dengan memanfaatkan momentum keramaian festival untuk membuka percepatan kolaborasi.

Penyelenggara menilai bahwa banyak potensi bisnis kreatif Banua yang tumbuh di level produksi tetapi tertahan di level pendanaan dan distribusi. Festival ini diharapkan menjadi perantara untuk memperbaiki rantai nilai tersebut.

“Melalui tema “Titik Kumpul” BCF 2025 menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada kualitas karya tetapi juga pada kemampuan mempertemukan aktor-aktor ekonomi dalam satu ruang yang sama,” jelas Aswin Nugroho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.