Bank Kalsel Naik Kelas, Siapkah Bertempur di Arena Global ?, Oleh : Helmi Rifai, SH, Pimpinan Umum Kalseltenginfo.com

oleh -18 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Status baru Bank Kalsel sebagai Bank Devisa patut disambut dengan rasa bangga. Ini bukan sekadar perubahan administratif atau penambahan layanan perbankan. Lebih dari itu, status Bank Devisa menandai bahwa bank kebanggaan urang Banua ini telah naik kelas.

Jika selama ini Bank Kalsel identik sebagai bank daerah yang melayani kebutuhan transaksi domestik, maka kini pintu menuju pasar internasional telah terbuka lebar. Nasabah bisa mengirim uang ke luar negeri, menerima transfer internasional, membuka rekening valuta asing, hingga mendukung aktivitas ekspor-impor.

Pertanyaannya, apakah menjadi Bank Devisa cukup hanya dengan mengganti papan nama dan menambah produk layanan?

Tentu tidak.

Dalam pandangan saya, perubahan status ini justru menjadi awal dari tantangan yang jauh lebih besar. Ibarat seorang petinju yang naik kelas, lawan yang dihadapi bukan lagi petinju lokal, tetapi petarung-petarung kelas dunia dengan pengalaman, teknologi, dan modal yang sangat kuat.

Di arena global, kompetisi tidak mengenal kompromi.

Bank Kalsel kini akan berhadapan dengan berbagai risiko baru yang sebelumnya mungkin belum terlalu dominan. Risiko fluktuasi nilai tukar, kepatuhan terhadap regulasi internasional, pencucian uang (money laundering), kejahatan siber, hingga risiko reputasi menjadi bagian yang tidak bisa dihindari.

Di sinilah pentingnya mitigasi high risk.

Jangan sampai semangat untuk berekspansi justru tidak diimbangi dengan penguatan sistem pengendalian risiko. Sebab sejarah industri keuangan dunia menunjukkan, banyak lembaga keuangan tumbang bukan karena kurang ambisi, tetapi karena gagal mengelola risiko.

Bank Kalsel harus mulai membangun budaya manajemen risiko yang lebih kuat. Investasi pada teknologi keamanan digital menjadi sebuah keniscayaan. Ancaman cyber attack di era transaksi lintas negara bukan lagi kemungkinan, melainkan sebuah kepastian yang harus diantisipasi.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan.

Menjadi Bank Devisa berarti berbicara tentang standar internasional. SDM Bank Kalsel harus memiliki kompetensi global, memahami transaksi lintas negara, memahami regulasi anti pencucian uang (Anti Money Laundering/AML), Know Your Customer (KYC), hingga dinamika perdagangan internasional.

Karena sesungguhnya, keunggulan sebuah bank modern tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset, tetapi juga kualitas manusianya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah keberanian Bank Kalsel untuk memperluas pasar.

Bank Kalsel tidak boleh hanya puas menjadi “bank kas daerah”. Status Bank Devisa seharusnya menjadi momentum untuk melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh. Pelaku UMKM ekspor, diaspora Banua di luar negeri, jamaah umrah dan haji, mahasiswa internasional, hingga investor asing harus mulai dipetakan sebagai pasar baru.

Saya melihat peluang ini sangat besar.

Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam melimpah, sektor pertambangan yang kuat, potensi perkebunan, perikanan, industri kreatif, hingga Geopark Meratus yang terus berkembang. Semua itu membutuhkan dukungan sistem keuangan yang mampu menembus batas negara.

Bank Kalsel memiliki peluang untuk mengambil peran strategis sebagai penghubung antara potensi ekonomi Banua dengan pasar global.

Namun sekali lagi, ekspansi harus berjalan beriringan dengan prinsip kehati-hatian.

Dalam dunia perbankan, tumbuh cepat memang penting. Tetapi tumbuh sehat jauh lebih penting.

Karena sekarang status Bank Devisa bukanlah garis akhir. Ini justru garis start menuju pertandingan yang lebih berat.

Kini Bank Kalsel telah memasuki ring pertarungan global. Tinggal satu pertanyaan besar yang harus dijawab bersama, siapkah Bank Kalsel tidak hanya masuk ke arena, tetapi juga memenangkan pertandingan?

Waktu yang akan menjawabnya,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.