40 Anak Daerah Menjemput Mimpi Pendidikan Tinggi Lewat Program IBFL PT SIS

oleh -264 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Pagi di kampung-kampung sekitar wilayah operasional tambang selalu dimulai dengan rutinitas sederhana. Ada orang tua yang bersiap bekerja, ada anak-anak yang berangkat sekolah membawa harapan, dan ada mimpi yang diam-diam disimpan untuk suatu hari bisa melangkah lebih jauh.

Bagi sebagian anak muda di daerah, kuliah di perguruan tinggi bukan hanya tentang memilih jurusan dan mengejar gelar. Ada perjuangan lain yang harus dilewati, terutama ketika kemampuan ekonomi keluarga menjadi salah satu pertimbangan besar.

Namun, bagi 40 anak muda dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, pintu menuju pendidikan tinggi kini terbuka.

Mereka menjadi penerima Program Indonesia Bright Future Leaders (IBFL) Batch IV Tahun Akademik 2026/2027 yang dilaksanakan PT Saptaindra Sejati (SIS) bekerja sama dengan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban).

Mereka datang dari wilayah sekitar operasional tambang PT SIS. Dari Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Barito Timur hingga Barito Selatan.

Mereka membawa cerita yang berbeda-beda, tetapi memiliki satu kesamaan: keinginan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan membangun masa depan dengan kemampuan sendiri.

Langkah Awal dari Enam Kabupaten

Tahun ini, PT SIS memberikan kesempatan kepada 40 mahasiswa melalui Program IBFL. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan Batch III yang sebelumnya berjumlah 20 penerima.

Peningkatan jumlah penerima bukan sekadar angka. Bagi perusahaan, hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

External Relation Department Head PT SIS, Nenden Maryan, mengatakan penerima program dipilih melalui proses seleksi yang mempertimbangkan berbagai aspek.

Mulai dari kondisi ekonomi keluarga, kemampuan akademik hingga prestasi calon mahasiswa menjadi bagian dari penilaian.

“PT SIS tahun ini memberikan beasiswa IBFL angkatan ke-4 sebanyak 40 orang,” ujar Nenden.

Menurutnya, program tersebut memang diarahkan bagi masyarakat prasejahtera yang berada di lingkungan Ring 1 operasional PT SIS.

“Kami melihat kondisi pendapatan orang tua, kemampuan akademik, serta prestasi anak-anak penerima beasiswa,” jelasnya.

Seleksi tersebut dilakukan agar kesempatan pendidikan diberikan kepada mereka yang memiliki potensi dan semangat untuk berkembang.

Lebih dari Sekadar Membayar Kuliah

Perjalanan seorang mahasiswa tidak selalu selesai hanya dengan mendapatkan kursi di perguruan tinggi.

Ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi selama menjalani masa pendidikan, mulai dari biaya hidup, tempat tinggal hingga kebutuhan akademik.

Karena itu, Program IBFL dirancang dengan dukungan yang lebih lengkap.

PT SIS menanggung biaya pendidikan atau Uang Kuliah Tunggal (UKT), memberikan bantuan tempat tinggal dan biaya hidup selama mahasiswa menempuh pendidikan di Banjarmasin.

Tidak hanya itu, dukungan juga diberikan hingga mahasiswa menyelesaikan tugas akhir dan mengikuti wisuda.

“Benefit yang didapat mahasiswa penerima beasiswa lengkap, dari UKT sampai tunjangan tinggal atau tunjangan hidup selama mereka kuliah tiga tahun atau sampai lulus,” kata Nenden.

“Termasuk tunjangan skripsi dan wisuda juga kami support. Intinya dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Dengan dukungan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Kampus sebagai Tempat Mengubah Masa Depan

Bagi Politeknik Negeri Banjarmasin, kehadiran mahasiswa penerima IBFL menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi yang dekat dengan kebutuhan industri.

Direktur Poliban, Joni Riadi, SST., MT., menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang dibangun bersama PT SIS.

Menurutnya, program tersebut memberikan peluang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

“Dengan kerja sama ini tentunya memberikan kesempatan kepada calon-calon mahasiswa dari berbagai kabupaten yang berada di sekitar Ring 1 PT SIS,” ujarnya.

Sebanyak 40 mahasiswa penerima IBFL akan menempuh pendidikan dalam berbagai program studi, termasuk bidang teknik elektro seperti Teknik Informatika, Teknik Listrik dan Elektronika, serta program studi teknik sipil.

Pilihan bidang tersebut sejalan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, terutama sektor pertambangan, teknologi, konstruksi, dan bidang pendukung lainnya.

Menyiapkan Generasi yang Kembali Membawa Manfaat

Program IBFL tidak berhenti ketika mahasiswa menerima ijazah.

PT SIS juga memberikan kesempatan kepada lulusan penerima beasiswa untuk mengikuti proses seleksi kerja di perusahaan.

Mahasiswa yang mampu memenuhi kualifikasi akan mendapatkan peluang bergabung sebagai bagian dari PT SIS.

“Mereka akan diberikan kesempatan untuk berkompetisi dan bekerja di PT SIS. Jika qualified, maka mereka akan menjadi karyawan SIS,” ujar Nenden.

Pola tersebut menjadi jembatan antara pendidikan dan dunia kerja. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan karier.

Ending terbaik perjalanan 40 mahasiswa IBFL bukan hanya tentang berpindah tempat dari desa menuju kota, atau dari wilayah tambang menuju kampus.

Ini adalah perjalanan tentang kesempatan.

Kesempatan bagi anak-anak daerah untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dari lingkungan sekitar tambang, mereka kini melangkah ke ruang-ruang kelas Poliban.

Membawa harapan keluarga, membawa nama daerah asal, dan membawa cita-cita untuk suatu hari kembali memberikan manfaat bagi masyarakat yang membesarkan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.