Religi Expo ke-11 dan Festival Mooncake Ruang Merawat Keberagaman di Banjarmasin

oleh -109 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Keberagaman menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin. Perbedaan keyakinan, etnis, budaya dan tradisi justru menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan serta membangun kepedulian antarsesama.

Semangat tersebut terasa dalam pembukaan Religi Expo ke-11 Tahun 2026 yang dirangkai dengan Festival Mooncake, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan dibuka langsung Wali Kota Banjarmasin H M Yamin HR. Usai membuka kegiatan, Yamin bersama jajaran terkait meninjau sejumlah stan yang menjadi bagian dari rangkaian Religi Expo dan Festival Mooncake.

Religi Expo tahun ini mengangkat tema Merakit : Menjaga Ragam Keyakinan dan Ikatan Tradisi. Sementara Festival Mooncake yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan mengusung tema PSMTI Kalsel Berduka dan Peduli : Doa untuk Negeri.

Dalam sambutannya, Yamin menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Kota Banjarmasin) yang kembali menyelenggarakan Religi Expo untuk ke-11 kalinya.

Ia juga mengapresiasi PSMTI Kalimantan Selatan yang turut menghadirkan Festival Mooncake dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran LK3 Kota Banjarmasin yang kembali menghadirkan Religi Expo untuk ke-11 kalinya, serta kepada jajaran PSMTI Kalimantan Selatan yang turut menggelar Festival Mooncake,” ujar Yamin.

Menurut Yamin, tema Religi Expo tahun ini mengingatkan bahwa keberagaman agama, etnis dan tradisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Banjarmasin.

Di sisi lain, Festival Mooncake dinilai tidak sekadar menjadi ruang untuk merayakan tradisi budaya masyarakat Tionghoa. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menyampaikan empati, doa dan kepedulian terhadap sesama serta kondisi bangsa.

“Memang kedua kegiatan ini memiliki latar dan bentuk event yang berbeda, namun bertemu dalam semangat yang sama, yaitu memperkuat kebersamaan, kepedulian dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat,” tuturnya.

Kirab Lampion dan Doa di Sungai Martapura

Rangkaian kegiatan Religi Expo dan Festival Mooncake tidak berhenti pada seremoni pembukaan.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan kirab lampion dan larung lampion teratai di Sungai Martapura.

Bagi Yamin, kegiatan tersebut dapat menjadi simbol doa dan harapan sekaligus pengingat bahwa perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berjalan bersama.

Ia menegaskan, keberagaman merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki Kota Banjarmasin. Masyarakat hidup dengan latar belakang keyakinan, budaya, etnis dan tradisi yang berbeda, tetapi berada dalam satu ruang kota dan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kerukunan.

Semangat tersebut dinilai semakin relevan karena rangkaian kegiatan berlangsung di tengah momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Karena itu, Yamin mengajak masyarakat menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk menjaga sekaligus membangun kota.

“Dengan semangat Gawi Sabumi, mari kita rawat kebersamaan, perkuat kepedulian dan teruslah bergotong royong dalam membangun daerah,” ajaknya.

Ia berharap seluruh rangkaian Religi Expo ke-11 dan Festival Mooncake dapat berlangsung lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat untuk saling mengenal, menghargai perbedaan dan memperkuat ikatan sosial.

Semangat kebersamaan itu menjadi bagian penting dalam perjalanan Banjarmasin memasuki usia 500 tahun, sekaligus menjadi modal sosial untuk membangun kota yang maju dan sejahtera tanpa kehilangan karakter keberagamannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.