Pertamina-LanzaTech Bangun Energi Masa Depan dari Sampah Kota

oleh -32 views

Kalseltenginfo.com, Houston – Ditengah meningkatnya tekanan global terhadap pengurangan emisi karbon, Pertamina mengambil langkah baru dalam transformasi energi hijau dengan menggandeng LanzaTech, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pionir pengolahan limbah karbon menjadi energi bernilai ekonomi tinggi.

Kolaborasi strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam ajang Offshore Technology Conference di Houston, Amerika Serikat. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, bersama Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren.

Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan teknologi waste to fuel, yakni konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi berbasis mikroba. Teknologi tersebut memungkinkan limbah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan diubah menjadi sumber energi alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Langkah ini dinilai penting bagi Indonesia yang saat ini menghadapi dua tantangan besar sekaligus: lonjakan volume sampah perkotaan dan meningkatnya kebutuhan energi rendah karbon.

Menurut Oki Muraza, volume sampah nasional kini mencapai sekitar 56,6 ribu ton per hari. Di sisi lain, kebutuhan etanol nasional diproyeksikan melonjak hingga sekitar 2,4 juta kiloliter pada 2030.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin mengubah tantangan menjadi peluang. Sampah yang selama ini dipandang sebagai masalah dapat diolah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi nasional,” ujar Oki.

Ia menegaskan, kerja sama tersebut bukan hanya soal pengembangan teknologi energi hijau, tetapi juga membuka jalan lahirnya rantai bisnis baru berbasis ekonomi sirkular. Mulai dari pengelolaan sampah, produksi etanol, hingga pengembangan bahan bakar campuran dan bahan baku industri kimia rendah emisi.
Model bisnis ini diyakini mampu menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah nasional.

Sementara itu, Jennifer Holmgren menjelaskan bahwa teknologi fermentasi mikroba milik LanzaTech telah digunakan di berbagai negara untuk mengubah sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi seperti etanol dan bahan bakar berkelanjutan.

Keunggulan teknologi tersebut terletak pada sifatnya yang modular dan fleksibel sehingga dapat diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang minyak dan sistem pengolahan sampah perkotaan.

“Teknologi ini memungkinkan pengembangan dalam skala besar sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” ujar Jennifer.

Kolaborasi Pertamina dan LanzaTech dipandang sebagai bagian dari arah baru transformasi industri energi Indonesia — dari yang berbasis eksploitasi sumber daya menuju ekonomi hijau berbasis inovasi dan teknologi.
Selain memperkuat ketahanan energi domestik, kerja sama ini juga membuka peluang investasi baru di sektor energi bersih dan mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pasar potensial pengembangan teknologi rendah karbon di kawasan Asia.

Bagi Pertamina, langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus memperkuat portofolio bisnis energi masa depan yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis inovasi teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.