Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Pengurus dan karyawan KSP Kopdit Karya Kasih Banjarmasin mengikuti pelatihan jurnalistik dan strategi promosi di media sosial yang berlangsung di Aula Kopdit Karya Kasih, Jalan KS Tubun, Pekauman, Banjarmasin, Sabtu (06/06/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua KSP Kopdit Karya Kasih Banjarmasin, Junaedi, tersebut menghadirkan Jurnalis Senior CNN Indonesia sekaligus Ahli Pers Dewan Pers, Muhammad Risanta, sebagai narasumber utama.
Dalam kesempatan itu, Risanta memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita profesional, hingga strategi promosi yang efektif melalui berbagai platform media sosial.
Menurut Risanta, kemampuan menulis merupakan keterampilan yang dapat dipelajari oleh siapa saja, termasuk pegawai koperasi yang memiliki tugas mendukung publikasi berbagai program dan kegiatan organisasi.
“Menulis itu bisa dilakukan siapa saja, termasuk mereka yang bekerja di koperasi seperti Kopdit Karya Kasih Banjarmasin. Kalau ingin menghasilkan tulisan yang baik dan profesional, tirulah karya-karya jurnalistik yang dibuat wartawan profesional,” ujarnya.
Pria yang juga dosen STIE Pancasetia tersebut menjelaskan bahwa sebuah tulisan berita yang baik setidaknya harus memenuhi unsur 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How), disusun dengan tata bahasa yang baik, berdasarkan fakta dan data, serta disesuaikan dengan jenis berita yang ditulis.
Ia menegaskan, penulisan berita harus tetap mengacu pada Kode Etik Jurnalistik dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang Pers.
Selain teori jurnalistik, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya latihan secara konsisten agar kemampuan menulis semakin berkembang.
“Semakin sering berlatih, semakin baik kemampuan menulis seseorang. Keterampilan ini nantinya dapat mendukung publikasi berbagai kegiatan positif dan kinerja koperasi kepada masyarakat maupun anggota,” katanya.
Belajar Promosi Digital
Tak hanya membahas jurnalistik, Risanta juga memberikan materi khusus mengenai strategi promosi di media sosial yang kini menjadi kebutuhan penting bagi lembaga maupun organisasi.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan formula sederhana namun efektif dalam membuat konten media sosial, yaitu Hook (pancingan), Isi, dan Ajakan (Call to Action).
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya nilai berita (news value), storytelling, serta cara membangun kedekatan emosional dengan audiens melalui konten digital.
“Berita bertujuan menyampaikan fakta, sedangkan promosi bertujuan membangun perhatian dan ketertarikan masyarakat terhadap produk atau program yang kita miliki, termasuk layanan dan program Kopdit Karya Kasih,” jelasnya.
Menurut Risanta, terdapat tiga tujuan utama promosi, yakni memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk atau layanan, membujuk calon pengguna agar tertarik memanfaatkan layanan yang ditawarkan, serta mengingatkan agar masyarakat terus mengenal dan menggunakan produk tersebut.
Pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari para peserta. Mereka mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Salah seorang peserta, Randy, mengatakan materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan jurnalistik dan promosi, tetapi juga menyentuh aspek komunikasi dan pelayanan kepada anggota koperasi.
“Bahkan kami mendapatkan pengetahuan khusus tentang public speaking dan tata cara berkomunikasi dengan konsumen maupun anggota koperasi. Materinya sangat bermanfaat dan aplikatif,” ujarnya.
Pembelajaran mengenai promosi dinilai penting karena dapat membantu koperasi meningkatkan partisipasi anggota, memperkuat keterikatan anggota terhadap organisasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan berbagai layanan koperasi.
Selain itu, kemampuan promosi yang baik juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan koperasi, memperluas pasar, memperkuat citra lembaga, dan meningkatkan omzet unit-unit usaha yang dimiliki koperasi.
Sementara itu, Ketua KSP Kopdit Karya Kasih Banjarmasin, Junaedi, berharap pelatihan yang diberikan oleh praktisi berpengalaman seperti Muhammad Risanta dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan koperasi.
Menurutnya, kemampuan menulis, berkomunikasi, dan memahami strategi pemasaran modern merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki pegawai koperasi saat ini.
“Kami berharap pengetahuan dasar menulis, jurnalistik, komunikasi, dan promosi yang diperoleh dari pelatihan ini dapat meningkatkan profesionalisme karyawan, memperkuat pelayanan kepada anggota, sekaligus mendukung pertumbuhan koperasi di masa mendatang,” kata Junaedi.
Melalui kegiatan tersebut, Kopdit Karya Kasih Banjarmasin menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi pengurus dan karyawan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi serta kebutuhan komunikasi publik di era digital.










