Kementan Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Pendamping UMKM

oleh -1,702 views

Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Regenerasi Petani dan Penumbuhan jiwa wirausaha pertanian menjadi fokus dari program Kementerian Pertanian, salah satunya dengan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) yang merupakan kerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus berupaya meningkatkan produksi pangan strategis. Dia pun berharap tentunya perlu dukungan dari SDM pertanian yang memiliki potensi besar yang berasal dari usia produktif.

Hal ini diungkapkan pula Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti. Ia juga menegaskan program YESS menjadi salah satu barometer menciptakan petani milenial yang bisa memberdayakan sumber daya alam dengan kekuatan sumber daya manusia di dunia bisnis bagi pemuda tani di pedesaan.

“Diharapkan SMK PP Negeri Banjarbaru yang menjadi perpanjangan tangan Program YESS di Kalimantan Selatan dapat berkoordinasi dengan baik kepada pemerintah kabupaten penerima manfaat Yess, agar target target dari program YESS dapat tercapai dengan baik,” ujar Idha Widi Arsanti.

Menerapkan pesan tersebut, sebagai Pelaksana Program Yess di Kalimantan Selatan, Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru kembali menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Pendamping Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 6 Desember hingga 8 Desember 2024 dipusatkan di SMK

Sekolah sebagai resmi digelar di SMK-PP Negeri Banjarbaru pada 6 hingga 8 Desember 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para fasilitator dan pendamping Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) agar mampu memperoleh sertifikasi profesi Pendamping UMKM dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikasi ini juga diharapkan dapat menjadi standar profesionalisme dalam mendampingi penerima manfaat program, sehingga kualitas pendampingan semakin optimal dan berdampak nyata.

Pelatihan sendiri melibatkan 50 peserta yang terdiri atas Fasilitator Pemuda, Mobilizers Program YESS, dan penyuluh pertanian dari empat kabupaten yang menjadi wilayah intervensi Program YESS di Kalimantan Selatan.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, namun memiliki misi yang sama untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru yang diwakili oleh Ranggeh Pambudi, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini, penerima manfaat Program YESS dapat lebih terbantu dalam mengembangkan usaha.

“Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan para pendamping dapat lebih percaya diri dalam memberikan pendampingan. Selain itu, penerima manfaat Program YESS dapat lebih terbantu dalam mengembangkan usaha mereka, baik dari segi manajemen, pemasaran, maupun inovasi produk,”katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis tetapi juga diuji kompetensinya melalui skema sertifikasi BNSP.

Materi yang diberikan meliputi kebijakan strategi pendampingan usaha, analisis kebutuhan UMKM, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha. Semua peserta diwajibkan mengikuti tahapan sertifikasi untuk memastikan mereka memenuhi standar nasional sebagai pendamping UMKM profesional.

Melalui pelatihan ini, Program YESS menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendampingan UMKM yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Sertifikasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mendorong kualitas fasilitator di Kalimantan Selatan, sehingga lebih mampu membantu pelaku UMKM berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan adanya fasilitator bersertifikasi, diharapkan penerima manfaat Program YESS dapat lebih terbantu dalam mengembangkan usaha mereka, baik dari segi manajemen, pemasaran, maupun inovasi produk.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pendidikan vokasi, pemerintah, dan program pemberdayaan dalam mendukung regenerasi petani muda serta pengembangan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.