Kalseltenginfo.com, Jakarta – Momentum Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi periode paling sibuk bagi industri perbankan. Lonjakan transaksi masyarakat, mulai dari transfer dana, pembayaran kebutuhan hari raya, pembelian tiket mudik, hingga penyaluran zakat dan sedekah, mendorong peningkatan signifikan aktivitas layanan keuangan.
Mengantisipasi hal tersebut, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat seluruh layanan digitalnya, terutama superapps BYOND by BSI dan berbagai e-channel pendukung.
BSI mencatat, selama periode Ramadan dan Idulfitri, transaksi melalui kanal digital meningkat rata-rata sekitar 24 persen secara bulanan (month to month).
Tren ini menunjukkan perubahan perilaku nasabah yang semakin mengandalkan layanan digital dalam memenuhi kebutuhan finansialnya.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, penguatan sistem dilakukan untuk memastikan kelancaran transaksi di tengah tingginya aktivitas masyarakat.
“Setiap Lebaran terjadi peningkatan signifikan pada transaksi digital, terutama transfer, pembayaran, pembelian, dan layanan ZISWAF. Kami meningkatkan kapasitas sistem IT, melakukan monitoring real time, serta memastikan seluruh e-channel beroperasi optimal agar transaksi nasabah tetap cepat dan aman,” ujarnya.
BYOND Jadi Andalan
Superapps BYOND by BSI menjadi tulang punggung transformasi digital perseroan. Aplikasi ini menghadirkan berbagai fitur khas perbankan syariah dalam satu platform, mulai dari tarik tunai tanpa kartu, pembayaran QRIS, transaksi ZISWAF, kalkulator zakat, hingga informasi arah kiblat dan lokasi masjid terdekat.
Tak hanya itu, fitur Bank Emas memungkinkan nasabah membeli emas serta mentransfer saldo emas (gramase) secara real time. Inovasi ini memperluas pilihan instrumen investasi syariah sekaligus memudahkan transaksi di era digital.
Selain BYOND, BSI juga memperkuat layanan BSI QRIS, EDC merchant, BEWIZE, remitansi, serta BSI Call Center 14040 sebagai bagian dari ekosistem digital yang terintegrasi.
Strategi ini sejalan dengan pendekatan digital first yang mendorong nasabah untuk memprioritaskan transaksi non-tunai, sehingga lebih praktis dan efisien.
Jaringan Fisik Tetap Disiapkan
Meski mendorong digitalisasi, BSI tetap menjaga kesiapan layanan fisik. Untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai menjelang puncak Lebaran, BSI menyiapkan likuiditas sekitar Rp45 triliun. Puncak transaksi diperkirakan terjadi pada H-7 Idulfitri.
Dana tersebut didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM dan 1.049 kantor cabang di seluruh Indonesia. Selain itu, lebih dari 126 ribu BSI Agen turut mendukung layanan setor dan tarik tunai, transfer, hingga pembayaran di berbagai daerah, termasuk wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan perbankan digital. Kombinasi jaringan digital dan fisik ini menjadi kunci menjaga stabilitas sistem pembayaran selama periode sibuk.










