Ribuan Sembako Di Pasar Murah Ramadan Banjarmasin Utara, Pemko Banjarmasin Targetkan 185 Kali Tekan Inflasi

oleh -35 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menggelar Pasar Murah Ramadan 2026 sebagai langkah strategis untuk menekan inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (02/03), dan menjadi bagian dari agenda rutin pengendalian inflasi selama bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR yang diwakili Asisten II Perekonomian Setdako Banjarmasin, Taufik Rivani. Pembukaan sendiri juga mendapat perhatian khusus Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, jajaran kepala SKPD, camat, lurah se-Kecamatan Banjarmasin Utara, serta unsur terkait lainnya.

Program pasar murah ini menjadi salah satu instrumen utama Pemkot Banjarmasin dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga bahan pokok yang cenderung fluktuatif menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Asisten II Perekonomian Setdako Banjarmasin, Taufik Rivani, menjelaskan bahwa pasar murah merupakan program rutin yang setiap tahun dilaksanakan selama Ramadan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.

“Selama Ramadan, kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 33 kali hingga tanggal 16. Ini merupakan upaya konkret Pemkot Banjarmasin dalam menstabilisasi harga dan mengendalikan inflasi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi faktor krusial dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah. Kenaikan harga yang tidak terkendali berpotensi menurunkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Tak hanya selama Ramadan, sepanjang tahun 2026 Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan pelaksanaan pasar murah sebanyak 185 kali kegiatan. Target tersebut menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok secara berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi bentuk intervensi terukur pemerintah terhadap pergerakan harga di pasar tradisional maupun modern, sehingga lonjakan harga dapat ditekan sedini mungkin.

Taufik Rivani menegaskan bahwa inflasi saat ini memang terpantau relatif tinggi, namun bukan disebabkan oleh lonjakan harga sembako.

Ia menjelaskan, kenaikan inflasi lebih dipicu oleh naiknya harga emas, sementara harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, ayam, dan telur masih dalam kondisi relatif stabil meskipun terdapat fluktuasi musiman menjelang Ramadan.

“Untuk bahan pokok seperti beras, gula, ayam, dan telur masih dalam kondisi normal. Memang ada sedikit kenaikan musiman, tetapi masih dalam batas wajar,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa intervensi pemerintah melalui pasar murah dinilai efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini merupakan Pasar Murah Forum Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) ke-15.

Sebanyak 1.159 paket sembako disiapkan khusus bagi masyarakat Kecamatan Banjarmasin Utara.

“Ini adalah pelaksanaan ke-15 Pasar Murah BCSR yang digelar Pemkot Banjarmasin melalui Disperdagin. Hari ini kita siapkan sekitar 1.159 paket untuk warga,” ungkapnya.

Paket sembako yang disediakan terdiri dari kebutuhan pokok utama seperti gula dan minyak goreng yang menjadi komoditas strategis selama Ramadan.

Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Mekanisme Baru 2026: Cukup Tunjukkan KTP

Tahun 2026 menghadirkan perubahan mekanisme dalam pembelian paket pasar murah. Jika sebelumnya masyarakat harus menggunakan sistem kupon melalui kelurahan, kini warga cukup menunjukkan KTP Kota Banjarmasin.

Kebijakan ini dinilai lebih praktis, transparan, dan memudahkan distribusi.

“Mulai 2026, seluruh warga Kota Banjarmasin bisa membeli paket pasar murah hanya dengan menunjukkan KTP. Namun tidak berlaku bagi ASN, TNI, dan Polri. Satu orang hanya bisa membeli satu paket per hari dan tidak boleh diwakilkan,” tegas Ichrom.

Perubahan sistem ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta menghindari praktik pembelian ganda yang dapat mengurangi pemerataan distribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.