Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Momentum Ramadan selalu menghadirkan ruang refleksi, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga dalam penguatan nilai ekonomi yang berkeadilan.
Di bulan suci ini, Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Office (RO) IX Kalimantan memilih merajut kolaborasi bersama insan media Kalimantan Selatan melalui agenda Ramadhan Media Connect yang digelar di Hotel TreePark Banjarmasin, Rabu (04/03/2026).
Acara tersebut bukan sekadar temu ramah. Namun menjadi simbol sinergi antara industri perbankan syariah dan media sebagai mitra strategis dalam memperkuat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.
Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Saefudin Suria Hidayat, menegaskan bahwa peran media sangat vital dalam membangun kepercayaan dan pemahaman publik terhadap sistem keuangan syariah.
Menurutnya, pertumbuhan industri perbankan syariah tidak cukup hanya ditopang oleh inovasi produk dan ekspansi bisnis, tetapi juga oleh tingkat literasi masyarakat yang memadai.
Ia menilai media hadir sebagai jembatan informasi, mengurai istilah teknis menjadi bahasa yang mudah dipahami publik.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal publikasi, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama menghadirkan edukasi keuangan yang mencerahkan,” ujarnya.
Di tengah tantangan ekonomi global dan dinamika regional Kalimantan yang terus berkembang, literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak. Masyarakat memerlukan pemahaman mengenai pengelolaan dana, investasi halal, pembiayaan produktif, hingga perencanaan keuangan keluarga berbasis prinsip syariah.
Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum pemaparan kinerja BSI yang terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir 2025, BSI membukukan aset mencapai Rp468 triliun.
“Pertumbuhan pendanaan dan pembiayaan yang solid menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah,” katanya lagi.
Capaian ini tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari transformasi berkelanjutan, penguatan digitalisasi layanan, serta ekspansi ke sektor-sektor produktif seperti UMKM, perdagangan, dan industri berbasis halal.
Menariknya, BSI juga menjadi satu-satunya bank yang ditunjuk menyelenggarakan bisnis bullion atau emas.
Langkah ini mempertegas posisi BSI sebagai pemain kunci dalam ekosistem ekonomi syariah nasional, sekaligus membuka peluang investasi berbasis emas yang aman dan sesuai prinsip syariah bagi masyarakat.
Kebersamaan ini pun diapresiasi awak media. Rahmad salah satunya. Jurnalis yang sekarang turut berkutat di bisnis media dan properti ini melihat kolaborasi perbankan sekelas BSI dengan media menjadi bagian tak terpisahkan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang ekonomi syariah.
“literasi keuangan syariah bukan bicara perbankan semata, namun bagaiman menanamkan pemahaman baik sebuah layanan keuangan syariah seperti halnya di Bank BSI,” tutur Jurnalis yang tengah studi S3 Manajemen.
Tak hanya berbicara kinerja, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak yatim dari Yayasan Pendidikan Islam dan Tahfidz Dar Al Masyhur, tausiah Ramadan, serta buka puasa bersama.
Di sinilah nilai ekonomi syariah menemukan maknanya. Pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Prinsip keberkahan dan keberlanjutan menjadi fondasi utama.
Ramadan mengajarkan bahwa ekonomi bukan sekadar angka dan laporan keuangan, tetapi juga tentang distribusi manfaat dan keadilan sosial. Ketika lembaga keuangan, media, dan masyarakat bergerak dalam satu visi, maka literasi tidak hanya menjadi wacana, melainkan gerakan bersama.
Kolaborasi BSI dan media di Ramadan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai instrumen keuangan syariah yang aman, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan.





