Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mendorong reformasi dalam sistem penanggulangan kebakaran dengan menata kembali peran dan perlindungan bagi relawan pemadam kebakaran yang selama ini menjadi kekuatan utama di lapangan.
Langkah tersebut disampaikan Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR saat menghadiri sahur bersama ratusan relawan Balakar dan Damkar se-Kota Banjarmasin di halaman Balai Kota, Kamis (12/03/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.
Pertemuan yang berlangsung pada momentum sahur Ramadan itu mempertemukan pemerintah kota dengan para relawan pemadam kebakaran yang selama ini menjadi garda terdepan saat musibah kebakaran terjadi di kawasan permukiman.
Dalam kesempatan tersebut, Yamin menegaskan bahwa keberadaan relawan pemadam kebakaran merupakan kekuatan sosial yang sangat penting dalam sistem keselamatan kota, terutama di Banjarmasin yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi akibat karakteristik permukiman yang padat.
Menurutnya, keberanian para relawan yang selalu bergerak cepat tanpa menunggu instruksi menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Relawan pemadam kebakaran selalu hadir lebih dulu saat musibah terjadi. Mereka datang tanpa menunggu perintah dan sering kali mempertaruhkan keselamatan diri demi menyelamatkan orang lain,” ujar Yamin.
Namun di balik peran besar tersebut, pemerintah kota menilai perlu ada sistem yang lebih tertata agar para relawan mendapatkan perlindungan yang layak sekaligus meningkatkan koordinasi di lapangan.
Karena itu Pemkot Banjarmasin kini mendorong seluruh relawan pemadam kebakaran untuk terdaftar secara resmi melalui sistem E-Damkar Banjarmasin. Pendataan ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem yang lebih terintegrasi antara pemerintah dan komunitas relawan.
Dengan adanya data yang jelas, pemerintah kota dapat memberikan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas, hingga jaminan perlindungan keselamatan kerja.
“Kalau masih ada relawan yang belum terdaftar, segera laporkan diri. Dengan data yang jelas, pemerintah bisa memberikan perlindungan seperti asuransi keselamatan kerja dan pembinaan yang lebih terarah,” tegasnya.
Selain memperkuat perlindungan bagi relawan, pemerintah kota juga berencana meningkatkan kemampuan teknis para pemadam kebakaran melalui berbagai program pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas.
Salah satu program yang disiapkan adalah lomba ketangkasan pemadam kebakaran yang akan digelar dua kali dalam setahun, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran dan Hari Jadi Kota Banjarmasin.
Menurut Yamin, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan profesionalitas serta keterampilan teknis para relawan dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.
“Kami ingin relawan damkar Banjarmasin tidak hanya cepat bergerak, tetapi juga semakin terlatih, profesional, dan mendapatkan perlindungan yang memadai,” katanya.
Dalam forum tersebut, Yamin juga mengajak para relawan pemadam kebakaran untuk ikut berperan dalam mengatasi persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan di Kota Banjarmasin, khususnya pengelolaan sampah.
Ia menilai para relawan memiliki kedekatan dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya sehingga dapat menjadi agen perubahan dalam mengedukasi warga tentang pentingnya memilah sampah dari sumbernya.
“Kalau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah tangga, pengelolaannya akan jauh lebih mudah dan lingkungan kita menjadi lebih bersih,” ujarnya.










