Dua Bungkus Takjil di Sore Ramadan, Rezeki Tak Terduga di Depan Kantor Jamkrida

oleh -476 views
Direktur Utama Jamkrida Kalsel Muhammad Fauzan Noor turun ke jalan berbagi takjil

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Sore itu, langkah Nagita Slavina Rusmiati sedikit terburu-buru. Seperti banyak orang lainnya di bulan Ramadan, ia berniat membeli takjil untuk berbuka puasa bersama anaknya.

Tujuannya sudah jelas: kawasan Nagasari, tempat biasa ia membeli makanan berbuka. Namun, takdir berkata lain.

Saat melintas di Jalan MT Haryono, tepat di depan kantor Jamkrida Kalsel, ia melihat kerumunan kecil. Beberapa orang tampak tersenyum sambil menerima bungkusan.

Nagita pun memperlambat langkahnya. Tak lama, ia ikut mengantre. Tanpa disangka, ia mendapatkan dua bungkus takjil, cukup untuk dirinya dan sang anak.

“Alhamdulillah, tidak menyangka dapat rezeki seperti ini. Tadinya mau beli, tapi malah dapat gratis,” ucapnya dengan wajah sumringah.

Di dalam bungkusan itu, ada kolak pisang, es buah, dan nasi bungkus, menu sederhana, namun terasa begitu berarti bagi mereka yang menerimanya di waktu yang tepat.

Di balik pembagian takjil itu, ada sosok yang ikut turun langsung ke jalan. Direktur Utama Jamkrida Kalsel, Muhammad Fauzan Noor, bersama Direktur Operasional Muhammad Hanafi, tampak menyapa satu per satu warga sambil menyerahkan takjil.

Tak ada sekat, tak ada jarak. Hanya senyum, sapaan hangat, dan tangan-tangan yang saling memberi.

Bagi Jamkrida Kalsel, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas Ramadan. Lebih dari itu, ini adalah cara sederhana untuk hadir di tengah masyarakat, menyapa mereka yang masih berada di jalan saat waktu berbuka semakin dekat.

“Ini bentuk kepedulian kami. Kami ingin berbagi kebahagiaan, sekecil apa pun itu,” ujar Fauzan Noor.

Di tengah hiruk pikuk kota menjelang magrib, momen-momen kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Bagi Nagita, dua bungkus takjil itu mungkin sederhana. Namun sore itu, ia pulang dengan lebih dari sekadar makanan, ia membawa cerita tentang rezeki yang datang tanpa diduga, di waktu yang paling dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.