Menggerakkan Ekonomi dari Akar, Tiga Agenda Besar Machli Riyadi

oleh -177 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Di tengah dinamika ekonomi perkotaan yang kian menantang, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskopumker) Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, memilih langkah yang tegas dan terarah menyerang persoalan ekonomi dari hulunya.

Bukan dengan pendekatan tambal sulam, melainkan melalui tiga jurus utama yang saling terkait penguatan koperasi, akselerasi UMKM, dan penurunan pengangguran.

Langkah ini menandai pergeseran penting dari sekadar menjalankan program, menjadi membangun ekosistem ekonomi yang berakar dan berkelanjutan.

Menghidupkan Kembali Koperasi sebagai Mesin Ekonomi

Machli menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai garda depan. Targetnya jelas: operasional penuh paling lambat 2027.

Bagi dia, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi instrumen strategis untuk mengembalikan kekuatan ekonomi ke tangan masyarakat. Sebuah gagasan lama yang kini dihidupkan kembali dalam konteks baru.

Saat ini, 52 koperasi telah terbentuk di 52 kelurahan di Banjarmasin. Dua di antaranya Pemurus Luar dan Tanjung Pagar diproyeksikan menjadi model percontohan koperasi ideal.

Namun tantangan tidak kecil. Keterbatasan lahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses permodalan masih menjadi kendala nyata.

Karena itu, Diskopumker tidak berhenti pada pembentukan. Pelatihan manajemen, tata kelola, keuangan, hingga kewirausahaan disiapkan sebagai fondasi agar koperasi tidak sekadar hidup, tetapi tumbuh.

“Kalau koperasi ingin kuat, pengurusnya harus profesional. Kita tidak ingin koperasi hanya aktif di atas kertas,” tegas Machli.

Di sektor UMKM, tantangan utamanya bukan lagi jumlah melainkan kualitas.

Data menunjukkan dominasi usaha mikro dan kecil yang mencapai lebih dari 62 ribu unit, dengan usaha mikro mendominasi hampir seluruh struktur ekonomi lokal. Angka ini menegaskan satu hal: UMKM adalah tulang punggung ekonomi Banjarmasin.

Namun bagi Machli, bertahan saja tidak cukup.
Ia mendorong transformasi dari usaha kecil yang sekadar hidup, menjadi pelaku ekonomi yang naik kelas dan berdaya saing.

Pendekatan yang dibangun tidak lagi administratif, tetapi ekosistem mulai dari akses permodalan, pendampingan berkelanjutan, hingga pembukaan akses pasar.

Salah satu strategi yang didorong adalah pola kemitraan dan konsinyasi antara koperasi dan pelaku usaha. Skema ini memungkinkan distribusi berjalan lebih luas tanpa membebani modal di awal.

“Kami ingin UMKM benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Bukan hanya dibina, tapi didorong untuk tumbuh,” ujarnya.

Serangan Balik terhadap Pengangguran

Di sektor ketenagakerjaan, Machli menghadapi realitas yang lebih keras. Tingkat pengangguran Banjarmasin berada di angka 6,49 persen—di atas rata-rata nasional.

Di balik angka itu, ada lebih dari 21 ribu pencari kerja yang membutuhkan peluang nyata.

Alih-alih hanya mendorong pencarian kerja, Machli memilih pendekatan yang lebih progresif: menciptakan lapangan kerja.

Balai Latihan Kerja (BLK) akan diperkuat dengan orientasi kebutuhan industri, memastikan setiap pelatihan relevan dengan pasar kerja.

Selain itu, kerja sama dengan dunia usaha juga diperluas, termasuk rencana rekrutmen massal pasca-Lebaran.

“Kita tidak bisa hanya menunggu pekerjaan datang. Kita harus menciptakan peluang itu,” tegasnya.

Tak kalah penting, perlindungan tenaga kerja juga menjadi perhatian—mulai dari kasus PHK sepihak, upah di bawah standar, hingga pemenuhan hak pekerja.

Satu gagasan menarik yang diusung Machli adalah menjadikan koperasi sebagai simpul investasi lokal. Dengan badan hukum yang kuat, koperasi didorong menjadi wadah investasi yang aman sekaligus produktif bagi masyarakat.

Dengan 512 koperasi aktif di berbagai sektor, potensi ini dinilai sangat besar.

Bagi Machli, masa depan ekonomi Banjarmasin tidak hanya ditentukan oleh investasi besar dari luar, tetapi juga oleh kekuatan yang tumbuh dari dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.